CPNS 2026 NTB: Pemprov Prioritaskan Tenaga Kesehatan dan Minta Perpanjangan Usulan

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:45:06 WIB
Pemprov NTB prioritaskan formasi CPNS 2026 untuk tenaga kesehatan mengisi posisi strategis ASN purna tugas.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah merampungkan usulan formasi CPNS 2026 dengan fokus utama pada pemenuhan tenaga kesehatan. Rekrutmen ini diprioritaskan bagi tenaga medis guna mengisi posisi strategis dari ratusan ASN yang memasuki masa purna tugas. Pengajuan formasi ke pemerintah pusat dijadwalkan rampung dalam dua pekan ke depan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi meminta perpanjangan batas waktu pengajuan formasi CPNS 2026 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data kebutuhan pegawai di setiap perangkat daerah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menghimpun data berdasarkan analisis jabatan dan kebutuhan organisasi. Sinkronisasi dengan kemampuan keuangan daerah juga menjadi faktor krusial dalam menentukan jumlah akhir formasi yang diusulkan.

Prioritas Formasi CPNS 2026 NTB

  • Tenaga Kesehatan (Nakes): Menjadi prioritas utama untuk mengisi posisi dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis lainnya.
  • Tenaga Teknis: Diusulkan dalam jumlah yang lebih terbatas sesuai kebutuhan mendesak di organisasi perangkat daerah.
  • Tenaga Pendidik: Formasi guru tetap tersedia namun jumlahnya diproyeksikan tidak sebanyak tenaga kesehatan pada rekrutmen tahun ini.

Tri menjelaskan bahwa Pemprov NTB akan melakukan penyesuaian kualifikasi pada posisi yang selama ini sepi peminat. Salah satu strateginya adalah menurunkan level kualifikasi pada formasi tertentu agar lebih mudah terisi oleh pelamar potensial.

"Makanya kita pertimbangkan daripada formasinya kosong tidak terisi, kita turunkan levelingnya. Bukan formasi dokter sub spesialis yang dibuka tapi dokter spesialis atau mungkin dokter umum," ujar Tri Budiprayitno di Mataram, Sabtu (2/5/2026).

Alasan Perpanjangan Waktu dan Analisis Pegawai

Permintaan perpanjangan waktu selama dua minggu ini didasari oleh fokus pemerintah daerah yang baru saja menyelesaikan persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sebanyak 9.411 PPPK Paruh Waktu yang diangkat pada Desember 2025 menjadi variabel penting dalam menghitung beban kerja ASN.

Selain itu, Pemprov NTB menghadapi tantangan regenerasi pegawai yang signifikan. Tercatat sebanyak 545 PNS di lingkup pemerintah provinsi akan memasuki masa pensiun pada tahun 2026. Data ini memaksa BKD untuk menerapkan prinsip zero growth atau pertumbuhan nol dalam pengadaan pegawai baru.

"Kita masih berproses, belum final (usulannya). Karena kita juga harus berkoordinasi dengan BKAD terkait dengan konsekuensi dari pendanaan. Tetapi sedapat mungkin kita sesuaikan dengan kebutuhan yang memang harus kita penuhi," tambah Tri.

Kilas Balik Kuota ASN NTB

Sebagai perbandingan, pada rekrutmen tahun 2024, Pemprov NTB hanya mendapatkan total 500 formasi yang terbagi atas 360 PPPK dan 140 CPNS. Untuk kategori CPNS 2024, alokasi dibagi rata masing-masing 70 orang untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Secara akumulatif di tingkat provinsi dan 10 kabupaten/kota pada 2024, NTB memperoleh 14.829 formasi. Sebagian besar kuota tersebut dialokasikan untuk PPPK sebanyak 13.133 posisi, sementara CPNS hanya berjumlah 1.696 formasi.

Jadwal dan Informasi Pendaftaran

Hingga saat ini, jadwal pasti pembukaan pendaftaran CPNS 2026 masih menunggu penetapan kuota resmi dari Kemen PAN-RB. Calon pelamar diharapkan memantau secara berkala laman resmi BKD NTB atau portal SSCASN untuk mendapatkan informasi terkini mengenai syarat administrasi dan tahapan seleksi.

Persiapkan dokumen kependudukan dan sertifikasi profesi medis bagi pelamar tenaga kesehatan sejak dini guna memperlancar proses pendaftaran nantinya.

Reporter: Redaksi
Back to top