Aceh Utara Tekankan Pendidikan Humanis dan Revitalisasi 16 Ribu Sekolah

Penulis: Nazaruddin Wahid  •  Senin, 04 Mei 2026 | 13:36:40 WIB
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Lhoksukon.

ACEH UTARA — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Kantor Bupati, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin (4/5). Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti jajaran ASN, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa sekolah.

Peringatan tahun ini mengusung pesan sentral mengenai proses pendidikan yang memanusiakan manusia. Tarmizi membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menggarisbawahi peran strategis sektor pendidikan dalam membangun peradaban bangsa sesuai amanat UUD 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003.

Target Revitalisasi 16 Ribu Sekolah dan Digitalisasi

Program prioritas nasional kini menyasar pembangunan infrastruktur pendidikan secara masif. Pada 2025, pemerintah telah menargetkan revitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia untuk memastikan lingkungan belajar yang layak.

Langkah tersebut dibarengi dengan percepatan digitalisasi pembelajaran melalui distribusi papan interaktif digital ke lebih dari 288 ribu sekolah. Upaya ini bertujuan menciptakan ekosistem sekolah modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.

"Pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing," kata Tarmizi Panyang saat membacakan pidato Mendikdasmen.

Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Fokus pemerintah tidak hanya berhenti pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kualitas tenaga pendidik. Beasiswa khusus disiapkan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan formal agar standar pengajaran merata di setiap daerah.

Pemerintah juga menggencarkan pelatihan intensif mengenai metode pembelajaran mendalam (deep learning) dan bimbingan konseling. Guru kini dibekali kemampuan teknologi terkini, mulai dari dasar-dasar coding hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam ruang kelas.

Peningkatan kesejahteraan tetap menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ini. Guru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membentuk insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.

Penguatan Karakter dan Pencegahan Perundungan di Sekolah

Pendidikan humanis yang ditekankan dalam Hardiknas 2026 mencakup penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Pemerintah memperketat pengawasan untuk mencegah praktik perundungan serta segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) menjadi pilar utama kurikulum terbaru. Evaluasi mutu pendidikan dilakukan secara berkala melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk memantau perkembangan kompetensi siswa secara objektif.

Akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus juga diperluas melalui sekolah satu atap dan program pendidikan jarak jauh. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Aceh Utara.

Reporter: Nazaruddin Wahid
Back to top