77 Rumah di Lhokseumawe Ludes Terbakar, 251 Warga Mengungsi

Penulis: Teuku Fahreza  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 15:49:13 WIB
Kebakaran hebat menghanguskan 77 rumah di Gampong Jawa Lama, Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (5/5/2026) siang. Api yang berkobar cepat menghanguskan sedikitnya 77 unit rumah warga di kawasan tersebut.

Data sementara mencatat sebanyak 251 jiwa dari 81 kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal. Para korban terpaksa dievakuasi ke lokasi pengungsian karena kondisi rumah yang rata dengan tanah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Ratusan Korban Kebakaran Mulai Tempati Tenda Darurat

Pemerintah setempat melalui dinas terkait dan relawan telah mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang terdampak. Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Samsul, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban musibah ini sudah menempati fasilitas darurat tersebut sejak Rabu (6/5).

“Kami juga menyalurkan bantuan masa panik untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga yang terdampak,” ujar Samsul.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan logistik darurat. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan bantuan yang layak selama masa tanggap darurat berlangsung.

Dugaan Korsleting Listrik Jadi Pemicu Api

Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, api diduga berasal dari salah satu rumah warga sebelum akhirnya merembet ke bangunan lain. Jarak antar-bangunan yang cukup rapat di kawasan Gampong Jawa Lama membuat kobaran api sulit dikendalikan dengan cepat oleh warga sekitar.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh adanya korsleting listrik dari salah satu instalasi rumah. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api.

Selain bangunan rumah, harta benda milik puluhan keluarga dilaporkan tidak sempat diselamatkan karena api menjalar sangat cepat di tengah cuaca terik. Saat ini, fokus utama petugas gabungan adalah penanganan pengungsi dan penyaluran bantuan logistik lanjutan di posko darurat.

Reporter: Teuku Fahreza
Back to top