KUTACANE — Kunjungan kerja Kapolda Aceh ke Polres Aceh Tenggara, Kamis (14/5/2026), tidak hanya diisi dengan seremoni adat. Di balik sambutan Tari Alas Belo Mesusun dan prosesi peusijuk, tersimpan data mencolok: rasio polisi terhadap warga di kabupaten itu mencapai 1:425, jauh dari standar ideal.
Kapolda Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah tiba di Mapolres Aceh Tenggara bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ny. Ira Marzuki. Mereka disambut Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, Kapolres AKBP Yulhendri, dan jajaran Forkopimda.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri memaparkan kondisi personel yang timpang. Dari total kebutuhan 1.078 personel, baru 537 yang terisi. Artinya, masih ada kekurangan 541 personel. Kebutuhan pegawai negeri sipil (PNS) Polri juga jomplang: baru 7 orang dari kebutuhan 95 orang.
“Meskipun begitu, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara menunjukkan tren positif,” ujar Kapolres dalam paparannya.
Data periode Januari hingga Mei 2026 mencatat penurunan signifikan. Jumlah gangguan kamtibmas berkurang dari 444 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 182 kasus, atau turun sekitar 59 persen. Kejahatan konvensional, transnasional, dan kejahatan terhadap kekayaan negara juga ikut menurun.
Namun, ada satu catatan merah. Kasus perjudian meningkat tipis dari 14 menjadi 15 kasus. Sementara itu, kasus narkoba masih menjadi perhatian serius meskipun jumlahnya menurun. Barang bukti yang diamankan meliputi sabu, ganja, dan ekstasi, dengan tersangka mulai dari bandar hingga pengguna.
Data kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan tren penurunan jumlah kasus. Dari 79 kasus pada periode sebelumnya, turun menjadi 30 kasus pada 2026. Korban luka berat, luka ringan, dan kerugian material ikut menurun. Namun, korban meninggal dunia justru meningkat menjadi satu orang.
Dalam arahannya, Kapolda Aceh menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia meminta jajaran Polres Aceh Tenggara mengoptimalkan patroli rutin, sambang desa, dan kegiatan dialogis dengan pendekatan humanis.
“Polri harus terus melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, mencegah penyebaran hoaks, konflik sosial, narkoba, perjudian, dan tindak kriminal lainnya,” tegas Kapolda.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Polres dan Pemkab Aceh Tenggara yang dinilai berhasil menciptakan situasi kondusif. “Semangat kebersamaan saat bantuan bencana jadi bukti negara hadir,” ujarnya.
Usai kegiatan di Mapolres, Kapolda dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Iman di Desa Terutung Megara Baru, Kecamatan Lawe Sumur. Kedatangan mereka disambut langsung pimpinan pesantren, Ustaz Bukhari Husni.
Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian kerja Kapolda di Aceh Tenggara, sekaligus pengingat bahwa stabilitas keamanan tidak hanya diukur dari angka kriminalitas, tetapi juga dari kedekatan aparat dengan komunitas keagamaan dan masyarakat adat.