BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan tonggak baru dalam perjalanannya sebagai perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Aceh. Pada pagi hari ini, Kamis (21/5/2026), Rektor Prof. Dr. Mirza Tabrani secara resmi memimpin sidang terbuka senat yang melepas 779 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Acara yang digelar di Gedung Akademik Dayan Dawood, Kampus Darussalam, ini menjadi istimewa. Pasalnya, ini adalah kali pertama Rektor Mirza Tabrani memimpin langsung prosesi wisuda sejak resmi menjabat untuk periode 2026–2031.
Rektor Mirza Tabrani bukan wajah baru di lingkungan USK. Sebagai akademisi putra asli Aceh dengan rekam jejak panjang dan prestasi di kampus berjuluk Jantong Hatee Rakyat Aceh, ia membawa visi besar: menjadikan USK semakin unggul, inovatif, berdampak global, dan berkelanjutan hingga 2031.
Visi ini disambut optimisme oleh sivitas akademika. Sebab, USK saat ini telah menyandang akreditasi A dan berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), menjadikannya salah satu kampus paling bergengsi di Sumatra bagian utara.
Berdasarkan laporan Wakil Rektor Bidang Akademik, 779 wisudawan yang dikukuhkan pagi ini berasal dari jenjang diploma, sarjana, sarjana terapan, pendidikan profesi, spesialis, sub-spesialis, magister, hingga doktor.
Komposisi ini menunjukkan kelengkapan sistem pendidikan yang dikelola USK. Kampus yang berdiri sejak 1961 ini kini memiliki 12 fakultas dan berbagai program pascasarjana, menjadikannya pusat pencetak tenaga ahli di berbagai bidang keilmuan.
Suasana haru dan bangga terasa menyelimuti ruang sidang. Satu per satu, para lulusan naik ke panggung untuk menerima ijazah dan gelar akademik mereka, menandai berakhirnya masa studi dan dimulainya pengabdian ilmu di tengah masyarakat.
Prosesi berlangsung lancar dan tertib, dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, staf akademik, keluarga wisudawan, serta tamu undangan.
Dengan wisuda ke-169 ini, jumlah alumni USK semakin bertambah banyak dan tersebar luas—baik di seluruh pelosok Indonesia maupun di berbagai negara sahabat. Sejak didirikan atas semangat kemajuan pendidikan masyarakat Aceh, kampus ini telah melahirkan puluhan ribu sarjana yang kini berperan penting di sektor pemerintahan, dunia usaha, lembaga pendidikan, penelitian, hingga organisasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi wisuda masih berlangsung. (*)