Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak 1.200 Hektare Sawah, Rehabilitasi Baru Dimulai

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 09:55:01 WIB
Petugas menggunakan ekskavator untuk membersihkan saluran irigasi yang tersumbat material banjir di Aceh Tamiang.

ACEHBanjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian. Data Dinas Pertanian setempat mencatat, hampir 1.200 hektare sawah mengalami kerusakan parah, mulai dari tertimbun material lumpur hingga patahnya tanggul irigasi. Kondisi ini memaksa petani kehilangan masa tanam dan terancam gagal panen total.

Lahan Terendam dan Tanggul Jebol Jadi Penyebab Utama

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Tamiang, Teuku Raja Faisal, mengungkapkan bahwa kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Tamiang Hulu dan Kejuruan Muda. “Di beberapa titik, tanggul irigasi jebol sehingga air tidak bisa dialirkan ke sawah. Selain itu, endapan lumpur setebal 20 hingga 50 sentimeter menutupi tanaman padi yang siap panen,” ujarnya.

Banjir yang terjadi pada awal Januari lalu juga merusak puluhan hektare bibit padi yang baru saja ditanam. Petani terpaksa merugi karena modal tanam tidak bisa kembali. Pemerintah mencatat kerugian sementara mencapai puluhan miliar rupiah.

Rehabilitasi Fokus pada Normalisasi Irigasi dan Pengolahan Tanah

Proyek rehabilitasi yang mulai dikerjakan pekan ini berfokus pada dua hal utama. Pertama, normalisasi saluran irigasi sepanjang 15 kilometer yang tersumbat material banjir. Kedua, pengolahan tanah sawah yang tertimbun lumpur menggunakan alat berat agar bisa ditanami kembali.

Teuku Raja Faisal menambahkan, pemerintah mengerahkan 10 unit ekskavator dan 20 unit traktor untuk mempercepat proses pemulihan. “Kami targetkan dalam dua bulan ke depan, lahan yang bisa ditanami kembali mencapai 70 persen dari total lahan rusak,” katanya.

Rehabilitasi ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Aceh Tamiang dan dana darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah pusat juga telah menjanjikan bantuan benih dan pupuk bagi petani terdampak.

Apa Dampak Banjir bagi Petani Aceh Tamiang?

Ribuan petani kehilangan mata pencaharian sementara. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup pada hasil panen padi yang biasanya terjadi dua kali setahun. Dengan lahan rusak, mereka tidak bisa menanam hingga musim tanam berikutnya. Pemerintah daerah berjanji memberikan bantuan langsung tunai dan sembako selama masa pemulihan.

Kapan Proses Rehabilitasi Selesai?

Pemerintah menargetkan rehabilitasi lahan sawah selesai dalam tiga bulan ke depan. Namun, proses ini sangat bergantung pada cuaca. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, dikhawatirkan akan menghambat pengerjaan di lapangan. Petani diimbau untuk bersabar sambil menunggu lahan siap tanam kembali.

Bagaimana Petani Bisa Mendapatkan Bantuan?

Petani yang lahannya terdata oleh Dinas Pertanian akan otomatis masuk daftar penerima bantuan benih dan pupuk. Bagi yang belum terdata, dapat melapor ke kantor kecamatan setempat. Pemerintah juga membuka posko pengaduan di lima titik untuk memastikan tidak ada petani yang terlewat.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top