NAGAN RAYA — Sebanyak 17 hektare lahan di Kabupaten Nagan Raya hangus terbakar, menjadikannya wilayah dengan luasan kebakaran terbesar di Aceh saat ini. Dua kawasan berbeda, Gampong Kayee Uneo di Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng di Kecamatan Tripa Makmur, sama-sama dilanda api. Dua mesin pompa air dikerahkan tim gabungan untuk memblokade pergerakan api agar tidak merambat ke pemukiman dan perkebunan warga.
Di Kabupaten Aceh Barat, situasi tak kalah pelik. Kebakaran yang menghanguskan dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, tampak padam di permukaan. Namun, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bara api masih membara di lapisan bawah tanah.
Fenomena ini dikenal sebagai ground fire atau kebakaran bawah tanah. Api membakar material organik seperti gambut dan humus yang tertimbun, membuatnya sulit terdeteksi secara kasat mata. "Operasi pemadaman darat di Aceh Barat masih terus bergulir lantaran bara api di lapisan bawah tanah belum sepenuhnya padam," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, baru-baru ini.
Kebakaran jenis ini bisa terus membara berhari-hari hingga berminggu-minggu. Api bisa tiba-tiba muncul kembali ke permukaan ketika menemukan celah atau material mudah terbakar. Tim pemadam pun terpaksa tetap siaga meski secara visual api di permukaan sudah padam.
Di tengah tekanan di dua kabupaten lainnya, ada kabar positif dari Aceh Tengah. Kebakaran yang sempat menghanguskan tiga hektare lahan di Kecamatan Ketol, Bebesen, dan Kebayakan dipastikan telah berhasil dipadamkan total oleh petugas pemadam kebakaran setempat. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas respons cepat dan koordinasi tim lapangan dalam mengisolasi titik api sebelum menyebar lebih luas.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa kombinasi cuaca kering dengan angin kencang menciptakan kondisi ideal bagi percepatan rambatan api. Vegetasi lahan yang mengering akibat paparan panas berkepanjangan menjadi bahan bakar mudah terbakar. "Angin berperan sebagai akselerator yang menyebarkan percikan api ke area yang lebih luas," ujarnya.
Hasil pemantauan visual menunjukkan api di Nagan Raya dan Aceh Barat belum berhasil dipadamkan dan masih dalam tahap penanganan intensif. Kondisi cuaca yang terus panas tanpa tanda-tanda akan turun hujan dalam waktu dekat memperburuk prospek pemadaman. Tanpa pembatas yang efektif, api dapat merambat cepat mengikuti arah angin, mengancam ratusan hektare lahan produktif di sekitarnya.