MEULABOH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat meluas dan kini telah menghanguskan sedikitnya 23,6 hektare lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat bahwa luasan area yang terbakar terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memaksa puluhan warga dari dua desa di Kecamatan Johan Pahlawan mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dampak paling dirasakan warga adalah kabut asap tebal yang menyelimuti permukiman sejak tiga hari terakhir. Sejumlah warga, terutama lansia dan anak-anak, dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akut. BPBD Aceh Barat telah mendirikan posko darurat di dua titik untuk menampung warga yang rumahnya berada di zona terdampak langsung.
Selain masalah kesehatan, akses jalan utama di kawasan Meulaboh–Tapaktuan sempat terganggu akibat jarak pandang yang menurun drastis. Pengendara motor dan mobil diimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi kecepatan saat melintasi area berkabut.
BPBD bersama TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara manual dan dengan alat berat. Tim pemadam masih kesulitan menjangkau titik api di lahan gambut yang berada di kawasan hutan produksi. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Syarifuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan bantuan helikopter water bombing ke BNPB pusat.
"Kami fokus pada pemadaman di titik-titik yang dekat dengan pemukiman agar api tidak merambat ke rumah warga," ujar Syarifuddin. Ia menambahkan bahwa cuaca panas dan angin kencang dalam seminggu terakhir menjadi faktor utama meluasnya karhutla.
Berdasarkan data terbaru BPBD, lahan yang terbakar mencapai 23,6 hektare yang tersebar di dua desa di Kecamatan Johan Pahlawan. Sebagian besar lahan merupakan semak belukar dan lahan gambut yang sulit dipadamkan. Pihak BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui total kerugian materiil dan ekologis akibat kebakaran ini.
Kebakaran juga mengancam kawasan hutan produksi dan lahan perkebunan warga di sekitarnya. Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area yang sudah padam untuk mencegah api kembali menyala.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat karhutla di Aceh Barat. Namun, sebanyak 12 warga telah dirawat di puskesmas terdekat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat menghirup asap pekat. BPBD mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala sesak napas atau iritasi mata.
Warga lanjut usia dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Posko darurat telah menyediakan masker gratis dan layanan kesehatan dasar. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang mengungsi. Bantuan berupa air bersih dan makanan siap saji mulai didistribusikan sejak Senin lalu.
BPBD melaporkan bahwa sebagian titik api sudah mulai padam, namun proses pendinginan masih terus dilakukan. Tim masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi kemunculan api baru. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering seperti saat ini.