TAKENGON — Ratusan ibu-ibu anggota majelis taklim turun langsung ke lahan bekas longsor di Desa Mendale, Aceh Tengah, untuk menanam ribuan bibit pohon. Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan respons terhadap kerusakan lahan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu.
Ketua PD BKMT Aceh Tengah, Vitriani Muchsin Hasan, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata komunitas keagamaan dalam pemulihan lingkungan. "Alhamdulillah. Terimakasih kami ucapkan untuk ibu-ibu yang sudah meluangkan waktunya hari ini untuk ikut menyukseskan kegiatan penanaman 1.000 pohon melalui gerakan hijau di Desa Mendale," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima media, Sabtu (6/6/2026).
Pemilihan lokasi di titik longsor bukan tanpa alasan. Menurut Vitriani, tanah yang terkena longsor perlu segera direhabilitasi agar fungsi ekologisnya pulih. "InsyaAllah akan menjadi amal jariyah bagi kita semua atas apa yang kita kerjakan pada hari ini dan semoga bibit pohon yang kita tanam dapat tumbuh dengan sehat dan kokoh, menjadi pelindung alam, dan memulihkan kembali keseimbangan lingkungan kita," sambungnya.
Ia berharap, program serupa bisa terus berlanjut. Ia juga meminta seluruh pengurus BKMT menjaga kekompakan agar dampak yang dirasakan masyarakat semakin luas.
Penanaman pohon di area rawan longsor menjadi langkah strategis untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Akar pohon yang tumbuh nantinya diharapkan mampu mengikat tanah dan menahan laju erosi. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara organisasi keagamaan dan upaya pelestarian lingkungan di Aceh Tengah.
"Sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih," pungkas Vitriani. (Mhd)