Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi 13 Orang, Didominasi Gagal Jantung dan Gangguan Pernapasan

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:20:31 WIB
Jemaah haji asal Aceh yang meninggal di Tanah Suci bertambah menjadi 13 orang hingga Juni 2026.

BANDA ACEH — Mustafa Ismail, jemaah asal Kota Banda Aceh, menjadi korban terbaru yang meninggal dunia di Makkah. Ia wafat pada Jumat akibat acute respiratory failure atau gagal napas akut. Sebelumnya, dua jemaah lainnya dilaporkan wafat pada 17 Juni 2026, sehingga total jemaah haji Aceh yang meninggal di Tanah Suci menjadi 13 orang.

Dua jemaah yang wafat pada 17 Juni tersebut adalah Dedeng Trisulo asal Batuphat Barat, Kota Lhokseumawe, yang meninggal akibat serangan jantung akut. Serta Busra Bustamam Jamil asal Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, yang wafat karena septic shock, acute respiratory failure, dan gastrointestinal hemorrhage.

Penyebab Kematian Didominasi Penyakit Jantung dan Komplikasi Kronis

PPIH Embarkasi Aceh mencatat, mayoritas penyebab kematian jemaah tahun ini berkaitan dengan gangguan kardiovaskular. Razali Mahmud Ben asal Kota Langsa, misalnya, meninggal pada 15 Juni 2026 dengan komplikasi penyakit yang meliputi acute coronary syndrome, chronic ischemic heart disease, hingga diabetes melitus tipe II.

“Kebanyakan penyebab wafatnya jemaah haji Aceh tahun ini didominasi gangguan jantung, gagal jantung, syok kardiogenik, gangguan pernapasan, serta komplikasi berbagai penyakit kronis yang diderita jemaah,” ungkap Arijal.

Daftar Jemaah yang Wafat Sejak Akhir Mei 2026

Dua jemaah lainnya dilaporkan meninggal pada 26 Mei 2026. Mereka adalah Maimunah Yusuf Ali asal Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, akibat acute decompensated congestive heart failure, serta Nurwaida Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang wafat karena cardiogenic shock.

Sementara itu, pada 31 Mei 2026, dua jemaah juga dilaporkan meninggal dunia. Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh asal Cot Sukon, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, wafat akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Sulasry Abdul Gani asal Peusangan Timur, Kabupaten Bireuen, meninggal karena cardiogenic shock.

Pada 30 Mei 2026, Aminah Ahmad asal Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal akibat acute decompensated congestive heart failure. Disusul Siti Salmijah asal Meunasah Kayee Raya, Kabupaten Pidie Jaya, yang wafat pada 28 Mei 2026 karena congestive heart failure.

Jemaah lainnya yang wafat di Tanah Suci adalah Nurdin Ali asal Geumpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang meninggal pada 5 Juni 2026 karena cardiogenic shock yang disertai pneumonia. Mahdi Muhammad Sufi asal Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, wafat pada 3 Juni 2026 akibat penyakit ginjal kronis. Sementara Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, wafat pada 14 Juni 2026 akibat hypovolaemic shock.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: rahasiaumum.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top