Pemulihan Jalan dan Jembatan Pascabencana di Aceh Terus Berlanjut, 36 Lokasi Masuk Tahap Penanganan Permanen

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:44:31 WIB
Proses pemulihan jalan nasional di Aceh telah mencapai 100 persen fungsionalitas.

BANDA ACEH — Progres pemulihan infrastruktur di Aceh terus menunjukkan hasil. Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di provinsi itu sudah kembali fungsional 100 persen. Namun, penanganan permanen terhadap struktur jembatan dan ruas jalan yang masih bersifat darurat terus dikebut agar akses masyarakat pulih sepenuhnya.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait terus diperkuat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. "Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya," kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Penanganan di Lintas Timur dan Lintas Barat

Di koridor Lintas Timur, BPJN Aceh menangani 17 lokasi yang terdiri dari 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Ruas yang diperbaiki membentang dari Beureunuen hingga perbatasan Provinsi Sumatera Utara. Empat jembatan yang masuk daftar prioritas adalah Jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Pante Lhong, dan Ulee Langa.

Sementara itu, di koridor Lintas Barat, fokus pekerjaan berada di tiga titik utama. Dua di antaranya merupakan ruas jalan, yakni Genting Gerbang–Celala hingga perbatasan Aceh Tengah/Nagan Raya, serta ruas dari perbatasan tersebut menuju Lhok Seumot–Jeuram. Satu jembatan yang ditangani adalah Jembatan Krueng Beutong.

Progres Jembatan Lawe Mengkudu I Capai 83 Persen

Salah satu titik yang menunjukkan perkembangan signifikan berada di Lintas Tengah Aceh. Penanganan permanen Jembatan Lawe Mengkudu I mencatat progres fisik 83,72 persen hingga 28 Juni 2026. Jembatan ini ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026.

Proses pengerjaan dilakukan dengan membongkar total struktur jembatan lama yang rusak akibat bencana. Sebagai gantinya, dibangun konstruksi jembatan baru yang lebih aman dan dirancang untuk mendukung mobilitas warga dalam jangka panjang.

16 Lokasi di Lintas Tengah Masuk Tahap Rehabilitasi

Secara keseluruhan, penanganan permanen di Lintas Tengah Aceh mencakup 16 lokasi yang tersebar di wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. Pekerjaan tidak hanya terbatas pada perbaikan badan jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, serta mitigasi risiko bencana susulan.

Kementerian PU memastikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan pendekatan terpadu agar hasilnya optimal dan tahan terhadap bencana di masa mendatang.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top