Bendungan Rukoh di Pidie dan Keureuto di Aceh Utara Diresmikan Prabowo, Target Irigasi 39.540 Hektare Lahan

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:44:01 WIB
Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Rukoh di Pidie sebagai bagian dari lima bendungan strategis nasional.

PIDIE — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri langsung peresmian Bendungan Rukoh dari kawasan bendungan di Kabupaten Pidie. Ia didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatera I, dan Pemerintah Kabupaten Pidie.

Dalam sambutannya yang diikuti dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. "Kelima bendungan ini menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan," ujarnya.

Dua Bendungan untuk Aceh: Irigasi 39.540 Hektare Lahan Pertanian

Secara bersamaan, Presiden meresmikan lima bendungan strategis nasional yang dibangun sepanjang 2015 hingga 2025. Selain Bendungan Rukoh di Pidie dan Bendungan Keureuto di Aceh Utara, tiga lainnya adalah Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Meninting di NTB.

Presiden menjelaskan, kelima bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik. Infrastruktur ini juga didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian. Selain itu, bendungan mampu mengurangi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare dan membuka peluang pengembangan energi bersih melalui PLTA dan PLTS terapung.

Sekda Aceh: Langkah Penting untuk Swasembada Pangan

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. "Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan pemerintah pusat agar manfaat kedua bendungan dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat, khususnya petani," katanya.

Menurutnya, kedua bendungan ini diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Bendungan Rukoh dan Keureuto menjadi infrastruktur strategis bagi Aceh. Keberadaannya tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi terbarukan di masa depan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top