Dekranasda Banda Aceh Gelar Pelatihan Bordir Angkatan Kelima, Targetkan Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Faisal Hasbi  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 13:25:12 WIB
Peserta pelatihan bordir angkatan kelima dari Dekranasda Banda Aceh mengikuti sesi pengembangan pola dan motif wastra Aceh.

BANDA ACEH — Puluhan pengrajin bordir di Banda Aceh mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan yang digelar Dekranasda setempat. Kegiatan ini merupakan angkatan kelima dari rangkaian pelatihan serupa yang sebelumnya telah berjalan.

Wali Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Dekranasda Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengatakan bahwa pelatihan ini tidak mengajarkan teknik dasar dari nol. Para peserta yang terpilih merupakan perajin yang sudah memiliki kemampuan membordir, namun perlu diasah agar lebih kompetitif.

Fokus pada Detail: Pola, Warna, hingga Kemasan

Pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh ini mencakup materi pengembangan desain wastra Aceh, pembuatan pola dan motif, teknik bordir halus, serta pemilihan warna. Tak hanya itu, peserta juga dibekali pengetahuan soal pengendalian mutu, pengemasan produk, dan strategi pengembangan usaha.

"Yang ditingkatkan adalah kemampuan menggambar, membuat pola, teknik membordir yang lebih halus, sampai pemilihan warna agar produk yang dihasilkan akan jauh lebih bagus," ujar Illiza di Banda Aceh, Selasa (15/7).

Dari Pelatihan ke Kolaborasi Pesanan Besar

Illiza menambahkan, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antarpengrajin. Dengan begitu, mereka dapat saling berkolaborasi saat menerima pesanan dalam jumlah besar yang mungkin tidak bisa dikerjakan secara individu.

"Kita berharap pengrajin mampu bersaing, tidak hanya di pasar Aceh, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional," kata Illiza.

Target: Meningkatkan Pendapatan Pengrajin

Dekranasda menargetkan pelatihan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para perajin. Produk bordir yang dihasilkan diharapkan memiliki daya saing harga dan kualitas, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Pelatihan bordir kreatif berbasis wastra ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengangkat potensi kerajinan lokal ke panggung yang lebih luas. Dengan desain yang mengedepankan motif khas Aceh, produk bordir dari ibu kota provinsi ini diyakini memiliki nilai jual tinggi di mata konsumen global.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top