PIDIE — Universitas Washathiyah Yaman secara langsung memperkenalkan program sarjana (S1) kepada para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Pidie. Kegiatan sosialisasi berlangsung di halaman MAN 1 Pidie, Senin, 27 Juli 2026.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Amanah Universitas Washathiyah Yaman, Sayyid Habib Abdul Raqib bin Ahmad Al-Athos, dan Ketua Maktab Universitas Washathiyah di Jakarta, Sayyid Abi Bakar bin Syekh Abu Bakar. Sebanyak seribuan siswa dari berbagai MAN di Pidie mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Sayyid Habib menyebut Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang menempuh pendidikan tinggi di Hadhramaut, Yaman. Paparan yang disampaikan dalam bahasa Arab itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh alumnus Universitas Washathiyah, Tgk. Habibi An Nawawi, Lc.
“Kami ingin mempererat hubungan antara Indonesia dan Yaman sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu agama,” ujar Sayyid Habib.
Universitas Washathiyah saat ini membuka sejumlah program studi. Di antaranya Fiqh dan Ushul Fiqh, Dakwah, Tafsir dan Ulumul Quran, Ushul Syariah dan Qanun, Ulumul Hadis, Bahasa Arab, serta program khusus perempuan. Kampus juga menyediakan perkuliahan berbasis daring.
Bagi calon mahasiswa asal Aceh yang berminat, proses seleksi akan dilaksanakan di cabang Universitas Washathiyah yang berlokasi di Kabupaten Aceh Barat.
Sayyid Habib menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus membentuk akhlak dan karakter sehingga lulusan mampu berkontribusi di tengah masyarakat sesuai nilai-nilai Islam.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Universitas Washathiyah Yaman memperluas akses pendidikan bagi pelajar Aceh yang ingin melanjutkan studi ke Timur Tengah.