BANDA ACEH — Empat jembatan gantung di tiga kabupaten di Aceh rusak parah diterjang banjir, memutus akses warga dan memicu aksi nekat anak sekolah. Video viral memperlihatkan para siswa di Gayo Lues mengikatkan tali ke tubuh demi menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Aceh mengambil langkah cepat. Sekda Aceh, M Nasir, berdasarkan arahan Gubernur Muzakir Manaf, langsung menemui Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Muhammad Dirhamsyah, untuk meminta percepatan pembangunan kembali jembatan-jembatan tersebut.
“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar Nasir.
Sekda Nasir merinci keempat lokasi prioritas yang harus segera ditangani. Kerusakan tersebar di tiga wilayah berbeda, dengan tingkat urgensi yang tinggi karena menghubungkan desa-desa produktif.
Di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, kondisi jembatan gantung yang tersisa sudah tidak layak. Para siswa dan guru terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari dengan melintasi sisa-sisa konstruksi jembatan yang nyaris putus.
Video aksi nekat itu tersebar luas dan memicu reaksi cepat dari pemerintah daerah. Nasir menyebut insiden ini menjadi alarm bagi semua pihak bahwa infrastruktur dasar di daerah terpencil masih sangat memprihatinkan.
Menanggapi desakan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan komitmennya. Ia memastikan usulan prioritas dari Pemerintah Aceh akan segera dibawa ke meja Kepala BNPB pusat.
“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,” ujar Dirhamsyah.
Ia menambahkan bahwa konektivitas antarwilayah yang terputus pascabencana harus mendapat atensi khusus. Aktivitas sosial dan ekonomi warga tidak bisa dibiarkan terhambat lebih lama lagi.
Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana. Targetnya, proses belajar-mengajar dan mobilitas warga bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Nasir menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan gantung ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan urusan keselamatan jiwa manusia. “Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena akses sekolah yang putus,” pungkasnya.