MEULABOH — Limbah kayu yang selama ini menumpuk di sejumlah tempat penggergajian di Aceh Barat mulai memiliki nilai ekonomi. Material sisa produksi tersebut diolah menjadi woodchip (serpihan kayu) dan sawdust (serbuk gergaji) yang difungsikan sebagai bahan bakar biomassa.
Produk biomassa ini digunakan untuk mendukung pasokan energi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di wilayah tersebut. Inisiatif ini mengubah material yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai.
Woodchip dan sawdust yang dihasilkan memiliki nilai kalor yang cukup untuk dijadikan campuran atau pengganti batu bara pada PLTU. Proses pengolahan limbah kayu ini melibatkan mesin pencacah dan penghalus yang mengubah potongan kayu sisa menjadi ukuran yang sesuai untuk pembakaran.
Langkah ini dinilai sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus diversifikasi sumber energi. Sebelumnya, limbah kayu di Aceh Barat kerap dibakar atau dibiarkan membusuk tanpa pemanfaatan lebih lanjut.
Pemanfaatan limbah kayu menjadi biomassa memberikan dampak ganda. Dari sisi lingkungan, volume sampah kayu yang menumpuk di tempat penggergajian berkurang signifikan. Sementara dari sisi ekonomi, muncul rantai pasok baru yang melibatkan pekerja lokal dalam proses pengumpulan, pengolahan, dan pengiriman bahan bakar biomassa.
Ketersediaan bahan baku dinilai cukup stabil karena aktivitas penggergajian kayu di Aceh Barat berlangsung sepanjang tahun. Hal ini menjamin pasokan biomassa untuk PLTU tidak mudah terganggu.
Keberhasilan pengolahan limbah kayu di Aceh Barat ini diharapkan bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi serupa. Dengan semakin tingginya kebutuhan energi terbarukan, biomassa dari limbah kayu menjadi salah satu opsi yang relatif murah dan mudah diakses.
Pemerintah daerah setempat disebut mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari program energi bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapasitas produksi woodchip dan sawdust yang dihasilkan setiap harinya.