CALANG — Ratusan hektare sawah di Aceh Jaya mulai mengering. Data Dinas Pertanian setempat mencatat lahan terdampak tersebar di Kecamatan Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, dan Sampoiniet.
Dari empat kecamatan tersebut, baru satu desa di Kecamatan Setia Bakti yang sudah melakukan penanaman padi. Wilayah lainnya masih dalam tahap pengolahan lahan. Petani kini khawatir jika kekeringan tidak segera teratasi, mereka tidak bisa memulai penanaman sama sekali.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan memfungsikan pompa-pompa yang tersedia pada brigade pangan di setiap kecamatan.
“Untuk saat ini setiap kecamatan ada brigade pangan dan setiap brigade pangan mempunyai empat pompa portabel, pompa itu nantinya diberikan untuk sawah yang mengalami kekeringan khususnya sawah sudah ditanam,” katanya, Kamis (30/07/2026).
Pompa portabel itu akan diprioritaskan untuk lahan yang sudah ditanami padi agar tidak mati. Selain itu, pompa milik kelompok tani juga bakal difungsikan dan dapat dipinjam pakai oleh petani lain yang memiliki sumber air.
Pemerintah Aceh Jaya tahun ini mengalokasikan sumur bor atau irigasi perpompaan yang bersumber dari APBN di beberapa titik. Namun, proyek tersebut masih dalam tahapan pengeboran dan belum bisa dimanfaatkan petani dalam waktu dekat.
Dailami berharap petani lebih proaktif bekerja sama dengan dinas maupun penyuluh pertanian dalam mengantisipasi dampak kekeringan. “Kami berharap seluruh petani lebih proaktif bekerjasama dengan dinas maupun dengan penyuluh dalam mengantisipasi kekeringan saat ini,” ujarnya.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. Tanpa tambahan pasokan air, luasan sawah yang mengering di Aceh Jaya berpotensi bertambah.