Revitalisasi SD Negeri Madat di Aceh Timur Capai 60 Persen, 56 Siswa Baru Masuk di Tengah Proses Pembangunan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:33:01 WIB
Progres revitalisasi SD Negeri Madat di Aceh Timur telah mencapai 60 persen, mencakup pembangunan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah.

ACEH TIMUR — Suara palu dan mesin konstruksi masih terdengar di lingkungan SD Negeri Madat, namun ratusan siswa tetap mengikuti pelajaran dengan tenang di ruang kelas yang telah rampung diperbaiki. Progres revitalisasi sekolah yang terdampak banjir delapan bulan lalu ini kini telah mencapai sekitar 60 persen, mencakup pembangunan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah.

Koordinator Pendidikan Wilayah (Korwil) Simpang Ulim, Zakaria, S.Pd., menyebut progres pembangunan di wilayahnya menjadi yang tercepat berdasarkan monitoring pada Kamis (30/7/2026). Menurutnya, pengerjaan yang berjalan lancar ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pascabencana.

“Pelaksanaan revitalisasi sekolah di wilayah Korwil Simpang Ulim sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Progres pembangunan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen,” ujarnya.

Proses Belajar Dipindah Sementara ke Gedung Madrasah

Agar kegiatan belajar tidak terganggu, sejumlah kegiatan dipindahkan sementara ke gedung Madrasah Aliyah Swasta Madat yang berada di belakang sekolah. Langkah ini diambil agar seluruh siswa dari 10 rombongan belajar tetap mendapatkan hak pendidikan mereka di tengah proses rehabilitasi.

Kepala SD Negeri Madat, Syaridin, S.Pd.SD, memastikan bahwa meskipun sebagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan, semangat belajar siswa tidak pernah surut. Para guru tetap mengajar dan memastikan kurikulum berjalan sesuai rencana.

“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan rasa bangga dan semangat. Walaupun sekolah masih direvitalisasi, Alhamdulillah proses belajar tetap berjalan lancar,” kata Syaridin.

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, 56 Siswa Baru Mendaftar

Di tengah keterbatasan fasilitas, kepercayaan masyarakat terhadap SD Negeri Madat justru meningkat. Pada tahun ajaran 2026, sekolah menerima 56 siswa baru kelas I, jumlah yang lebih banyak dibandingkan 40 siswa kelas VI yang lulus pada tahun yang sama.

Pihak sekolah mencatat tren positif ini tidak lepas dari kerja keras para guru dan dukungan masyarakat sekitar. Untuk menyambut peserta didik baru, sekolah mempertahankan tradisi membagikan tas sekolah, seragam batik, dan pakaian olahraga secara gratis kepada seluruh siswa kelas I.

“Tahun ajaran 2026 kami menerima 56 siswa baru kelas I, sementara siswa kelas VI yang lulus sebanyak 40 orang. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya kepada sekolah kami,” ungkap Syaridin.

Kepala Dinas Tinjau Langsung Lokasi, Target Ruang Kelas Baru

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (PSD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Ridawan, S.Pd., turut meninjau langsung lokasi revitalisasi pada hari yang sama. Ia memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung baik dan berharap pembangunan dapat segera rampung.

“Semoga rehabilitasi ini segera selesai sehingga siswa dapat belajar di ruang kelas yang layak dan nyaman seperti sediakala,” kata Ridawan.

Ke depan, pihak sekolah berharap pemerintah dapat menambah tiga ruang kelas baru untuk mengimbangi meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun. Kebangkitan SD Negeri Madat menjadi bukti bahwa bencana tidak mampu memadamkan semangat dunia pendidikan—di tengah keterbatasan, harapan akan masa depan yang lebih baik terus dibangun, satu ruang kelas demi satu ruang kelas.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: lingkarpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top