BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyebut kontribusi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tidak hanya sekadar pendukung teknis, melainkan bagian vital dari sistem kebencanaan dan pelayanan publik di ibu kota Provinsi Aceh itu. Ia menilai kehadiran RAPI selalu dirasakan dalam berbagai situasi, terutama saat kondisi darurat.
"Selama ini kami merasakan kemampuan dan kontribusi RAPI yang sangat luar biasa. Di setiap situasi dan berbagai kegiatan pemerintah, RAPI selalu hadir memberikan dukungan komunikasi yang sangat membantu," ujarnya di hadapan peserta musyawarah.
Menurut Illiza, peran organisasi ini perlu terus diperkuat sejalan dengan komitmen Banda Aceh sebagai kota tangguh bencana. Ia menegaskan, dukungan komunikasi dari RAPI terbukti efektif dalam penanggulangan bencana, penyambutan tamu daerah, hingga pelaksanaan festival di Banda Aceh.
Pemerintah Kota tidak berhenti pada apresiasi. Illiza mengungkapkan, pihaknya akan kembali mengaktifkan berbagai program kesiapsiagaan yang sempat tidak berjalan. "Pemerintah Kota akan kembali menghidupkan berbagai program kesiapsiagaan yang sempat tidak berjalan, termasuk memperkuat kolaborasi dengan para relawan," katanya.
Di hadapan peserta musyawarah, Illiza berharap kepengurusan RAPI yang akan datang mampu membawa organisasi semakin profesional. Hal ini ditempuh melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan sarana pendukung.
Peluang kerja sama pun dibuka antara RAPI dan Banda Aceh Academy. Skema yang direncanakan mencakup penyelenggaraan pelatihan serta sertifikasi bagi anggota RAPI untuk meningkatkan kompetensi relawan dalam upaya penanggulangan bencana.
Illiza menyoroti pengorbanan para relawan yang kerap meninggalkan pekerjaan pribadinya saat terjadi bencana. Pemerintah Kota saat ini tengah mengkaji bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada mereka yang selama ini bertugas secara sukarela.
"Kontribusi para relawan sangat besar. Mereka meninggalkan pekerjaan pribadinya untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Ini sedang kami kaji agar ada bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga mengingatkan seluruh anggota RAPI untuk menjaga etika dalam berkomunikasi di udara. Ia meminta organisasi ini turut aktif memerangi penyebaran hoaks yang kerap muncul saat situasi darurat maupun di tengah dinamika informasi masyarakat.