Bupati Aceh Besar Dukung Penuh Pemekaran Aceh Raya, Minta Panitia dan Warga Satu Suara

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 17 September 2026 | 15:28:31 WIB

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Raya dalam pertemuan dengan panitia, tokoh, dan pengurus Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) di Darul Imarah. Muharram menekankan bahwa perjuangan pemekaran tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, melainkan harus diperkuat konsolidasi seluruh elemen masyarakat. Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti turut hadir dan mendukung penguatan kembali peran pemuda serta mahasiswa Aceh Raya.

ACEH BESAR — Bupati Aceh Besar H Muharram Idris menegaskan dukungannya terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Raya. Dukungan disampaikan saat bertemu panitia, tokoh, dan pengurus Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Raya di Darul Imarah. Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti hadir dalam pertemuan itu.

Muharram menilai perjuangan pemekaran butuh lebih dari sekadar kelengkapan dokumen. Konsolidasi seluruh elemen masyarakat disebutnya sebagai kunci agar proses ini tidak berhenti di tengah jalan.

"Perjuangan pemekaran tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi harus diperkuat dengan konsolidasi seluruh elemen masyarakat," kata Muharram.

Pemerintah Pusat Mulai Buka Ruang Komunikasi

Menurut Muharram, pemerintah pusat mulai membuka ruang komunikasi dengan daerah-daerah yang memiliki aspirasi pemekaran. Daerah dengan hajat pemekaran telah diundang dalam agenda bersama DPR RI, DPD RI, dan Kementerian Dalam Negeri.

Momentum itu dinilai harus dimanfaatkan Aceh untuk menyatukan suara. Muharram mendorong kolaborasi antar kabupaten/kota di Aceh agar aspirasi pemekaran disampaikan secara serempak.

"Kita perlu berkolaborasi dengan kabupaten kota yang lain di Aceh supaya satu suara untuk pemekaran," ujarnya.

Muharram mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak soal peluang pencabutan moratorium pemekaran. Ia menyebut anggota DPR RI M. Nasir Djamil dan jajaran Kementerian Dalam Negeri sebagai pihak yang dijajaki.

Luas Wilayah Aceh Besar Jadi Dasar Pemekaran

Bupati menilai pemekaran Aceh Raya dari Aceh Besar punya dasar kuat. Luas wilayah Aceh Besar selama ini disebut menjadi tantangan dalam pembinaan gampong, pengawasan, pembangunan, dan pemerataan pelayanan dasar.

"Makanya kita layak untuk dimekarkan, sehingga layanan dasar kepada masyarakat juga akan lebih baik," kata Muharram.

Ia optimistis peluang pemekaran semakin terbuka. Seluruh panitia dan elemen masyarakat diminta bersiap menghadapi momentum tersebut.

"Saya menyakini pemekaran ini sudah tidak lama lagi, kalau kita tidak siap maka akan tertinggal," ujarnya.

Peran Pemuda dan Mahasiswa Diminta Dihidupkan Kembali

Muharram menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran pemuda, mahasiswa, dan perempuan Aceh Raya. Ruang bagi tokoh masyarakat, pengusaha, dan kelompok lain juga diminta dibuka lebar.

Ia meminta dua unsur kepanitiaan yang selama ini bergerak untuk saling membuka diri. Keduanya adalah panitia percepatan yang dibentuk pemerintah daerah dan panitia dari tujuh kecamatan.

Kesiapan Aceh Raya, kata Muharram, harus dibangun menyeluruh. Bukan hanya dari sisi dokumen, tetapi juga kesiapan masyarakat dan sumber daya pendukung.

Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti sepakat dengan penguatan kembali peran generasi muda. Menurutnya, pemuda dan mahasiswa Aceh Raya harus kembali dilibatkan dalam perjuangan pembangunan daerah.

"Saya sepakat dengan apa yang disampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa Aceh Raya itu harus dibentuk kembali," kata Abdul Muchti.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top