ACEH — BAIC T1 menjadi langkah pertama pabrikan asal China itu masuk ke segmen mobil listrik di Indonesia, setelah lama dikenal lewat jip bensin. detikOto menguji langsung model ini dalam sesi BAIC T1 Media Test Drive dari Jakarta ke Bandung. Pengujian dinamis tersebut mengungkap sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan yang perlu dicermati calon pembeli.
detikOto berkesempatan mengetes BAIC T1 secara dinamis dalam ajang BAIC T1 Media Test Drive yang digelar dari Jakarta ke Bandung beberapa waktu lalu. Rute tersebut mencakup kombinasi jalan tol dan jalanan perkotaan, cukup untuk merasakan karakter berkendara mobil ini dalam kondisi nyata.
Sebagai mobil listrik, BAIC T1 menawarkan karakter khas kendaraan berbasis baterai, yakni torsi instan sejak putaran bawah. Respons pedal gas terasa langsung tanpa jeda, berbeda dengan mobil bensin konvensional yang butuh putaran mesin tertentu untuk mengeluarkan tenaga penuh.
Kabin T1 juga dirancang dengan nuansa modern khas mobil listrik masa kini. Layar sentuh besar mendominasi dasbor, sementara material interior terasa cukup kompetitif untuk kelasnya.
Dari pengujian dinamis Jakarta-Bandung, beberapa keunggulan BAIC T1 mulai terlihat jelas. Berikut poin-poinnya:
Di sisi lain, pengujian ini juga mengungkap sejumlah keterbatasan BAIC T1. Beberapa di antaranya berkaitan dengan infrastruktur dan karakter berkendara di rute jauh.
Pasar mobil listrik Indonesia kini diisi sejumlah merek China seperti BYD, Wuling, dan Chery, plus pemain Jepang dan Korea. BAIC T1 masuk ke ceruk yang cukup padat, sehingga harga dan paket fitur akan jadi penentu daya saingnya.
BAIC belum merinci strategi harga resmi T1 untuk konsumen Indonesia dalam sesi pengujian tersebut. Namun kehadiran model ini menambah pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus keluar dari segmen SUV.