SABANG — Peringatan dini BMKG menyasar sejumlah jalur pelayaran aktif di Aceh, mulai dari lintasan Sabang-Banda Aceh, Aceh Barat Daya-Simeulue, Aceh Besar-Meulaboh, hingga Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak. Ketinggian gelombang di wilayah-wilayah itu diprediksi berada di rentang 1,25 sampai 2,5 meter.
Kondisi berbeda terjadi di Perairan Selatan Simeulue yang masuk kategori gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5-4 meter. Wilayah ini menjadi titik paling berisiko selama periode peringatan berlangsung.
BMKG mencatat aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin turut memengaruhi kondisi atmosfer Aceh. Daerah belokan angin dan konvergensi mendukung aktivitas konvektif yang berpotensi menumbuhkan awan hujan.
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh meningkatkan penguapan. Kandungan uap air di atmosfer pun bertambah dan memperkuat pembentukan awan hujan.
Pola angin di perairan Aceh umumnya bergerak dari tenggara menuju barat daya. Kecepatan angin diperkirakan 02 hingga 25 knot, dengan kecepatan tertinggi terpantau di Perairan Sabang-Banda Aceh dan Perairan Selatan Simeulue.
Nelayan, nakhoda, dan pengguna jasa transportasi laut menjadi kelompok paling terdampak langsung. Mereka beraktivitas di jalur-jalur yang masuk daftar peringatan BMKG.
BMKG mengimbau agar kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan dipastikan sebelum berlayar. Alat komunikasi, mesin kapal, jaket keselamatan, serta perlengkapan darurat lainnya perlu dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Pelaut juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila cuaca dan gelombang dinilai membahayakan. Informasi cuaca dan peringatan dini BMKG perlu dipantau berkala untuk menentukan waktu pelayaran yang lebih aman.
Masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran diharapkan meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi gelombang tinggi. Keselamatan jiwa disebut sebagai hal utama dalam menghadapi kondisi laut yang berpotensi memburuk.
Peringatan berlaku hingga 24 September 2026. Warga yang hendak melaut atau menyeberang disarankan mengecek pembaruan informasi resmi BMKG sebelum menentukan jadwal keberangkatan.