TAPAKTUAN — Peresmian gedung IGD Puskesmas Sejahtera menandai bertambahnya fasilitas penanganan darurat di kawasan pesisir Aceh Selatan. Pembangunan gedung ini menelan anggaran sekitar Rp 2,26 miliar yang bersumber dari DAK Fisik Tahun Anggaran 2025.
Bagi warga Mukim Sedar dan Kecamatan Samadua, keberadaan IGD baru memangkas jarak tempuh ke fasilitas kesehatan rujukan. Selama ini, penanganan kasus gawat darurat kerap harus dibawa ke pusat kota Tapaktuan.
Mirwan menekankan pembangunan fasilitas harus dibarengi peningkatan kualitas layanan. Menurut dia, kecepatan dan ketepatan penanganan sangat menentukan dalam kondisi darurat.
"Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan," kata Mirwan.
Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah, humanis, tulus, dan profesional. Mirwan juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan Dharma Syahputra menyebut pembangunan gedung IGD merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan. Prioritasnya, kata dia, masyarakat yang jauh dari pusat pelayanan.
Dharma menyatakan Puskesmas Sejahtera ditargetkan berkembang menjadi Puskesmas kelas I. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan penguatan sarana dan prasarana serta peningkatan kinerja dan kedisiplinan tenaga kesehatan.
Dengan status kelas I, sebuah puskesmas dituntut memiliki kelengkapan fasilitas dan kompetensi tenaga medis yang lebih tinggi, termasuk kemampuan penanganan awal kasus gawat darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit.