ACEH — Mengisi bensin ke tangki mobil diesel, bahkan dalam jumlah kecil, bisa merusak sistem bahan bakar dan mesin secara permanen. Kontaminasi bensin membuat pembakaran tidak sempurna, memicu misfire, dan merusak injektor bertekanan tinggi. Jika keliru mengisi, jangan sekali-kali menyalakan mesin—langkah paling aman adalah derek ke bengkel dan kuras seluruh sistem bahan bakar.
Kesalahan mengisi bahan bakar sering terjadi karena warna handle pompa di tiap SPBU berbeda-beda. Pengendara yang terburu-buru bisa salah ambil nozzle dan mengisi bensin ke kendaraan bermesin diesel. Masalahnya, bensin dan solar meski sama-sama berasal dari minyak mentah, karakter pembakarannya jauh berbeda.
Bensin adalah bahan bakar yang lebih halus dan lebih mudah terbakar dibanding solar. Bensin membutuhkan kompresi dan suhu lebih rendah untuk menyala. Solar justru mengandung energi sekitar 20% lebih besar per galon dan butuh kompresi tinggi agar terbakar, menghasilkan pembakaran lebih lambat dan efisiensi termal lebih baik.
Perbedaan karakter ini membuat bensin tidak cocok untuk mesin diesel. Bensin yang tercampur solar akan terbakar tidak sempurna di dalam ruang bakar. Akibatnya muncul misfire, asap hitam pekat, dan penumpukan karbon.
Bensin juga tidak mengandung pelumas yang dibutuhkan pompa bahan bakar dan injektor diesel. Komponen injektor bertekanan tinggi paling rentan rusak karena bensin bersifat keras terhadap logam presisi tersebut. Kerusakan bisa berlanjut meski bensin sudah dikuras dari tangki.
Pengendara biasanya langsung merasakan perubahan performa. Mesin berjalan lebih kasar, respons gas lambat, dan suara ketukan abnormal muncul dari ruang mesin. Pada kondisi tertentu, mesin bisa mati mendadak atau sama sekali tidak mau menyala.
Pembakaran tidak sempurna juga menciptakan titik panas di dalam ruang bakar. Suhu berlebih ini berpotensi merusak dinding silinder dan piston. Kerak karbon yang menumpuk bisa membuat klep buang lengket atau rusak.
Jawabannya: jangan coba-coba. Bahkan jika mesin sempat menyala, bensin akan terus mengikis performa dan konsumsi bahan bakar. Bensin tidak akan memisah menjadi lapisan terpisah dengan solar—keduanya menyatu sempurna. Artinya seluruh solar di tangki ikut terkontaminasi dan tidak lagi layak pakai.
Ada cerita pengendara yang lolos tanpa kerusakan setelah salah isi. Itu mungkin saja terjadi jika kesalahan terdeteksi sangat dini, misalnya baru setengah galon masuk lalu pompa langsung dimatikan. Namun risiko kerusakan tetap besar dan biayanya bisa mencapai ribuan dolar.
Biaya menguras tangki memang tidak murah, apalagi bahan bakar yang terbuang percuma. Tapi angka itu jauh lebih kecil dibanding ongkos bongkar sistem bahan bakar atau ganti mesin. Menunda penanganan hanya membuat kerusakan makin parah.
Bagi pemilik kendaraan diesel, memastikan nozzle yang dipegang benar adalah langkah pencegahan paling sederhana. Perbedaan warna handle pompa di tiap SPBU sebaiknya tidak dijadikan patokan utama—periksa label dan jenis bahan bakar sebelum mengisi.