LHOKSUKON — Ribuan warga dari dua gampong di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, mendatangi Kantor Pos Lhoksukon untuk mengambil Bantuan Isi Hunian Rumah. Mereka merupakan korban banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025. Penyaluran hari itu diperuntukkan bagi warga Gampong Kuta Lhoksukon dan Gampong Munye Matang Ubi.
Warga dari sejumlah gampong lain yang juga terdaftar sebagai penerima mendapat jadwal penyaluran pada hari-hari berikutnya. Bantuan diserahkan melalui Kantor Pos agar memudahkan warga mengambil langsung di titik terdekat.
Kementerian Sosial RI melalui Pemkab Aceh Utara menyerahkan Bantuan Isi Hunian Rumah dan Jaminan Hidup (Jadup) Tahap IV dengan nilai total Rp328.456.950.000. Penyerahan simbolis dilakukan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, Selasa, 22 September 2026, di Aula Kantor Camat Lhoksukon.
Pada tahap awal, bantuan disalurkan kepada 500 KK warga Gampong Meunasah Reudeup, Lhoksukon. Penyaluran bergilir ke gampong lain menyusul sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.
Keuchik Gampong Kuta Lhoksukon, Jamian Rasidi, menyebut jumlah calon penerima yang diusulkan dari gampongnya mencapai 601 KK. Data itu telah melalui proses verifikasi, termasuk pengumpulan foto rumah, kartu keluarga, dan KTP.
Seluruh berkas calon penerima disahkan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas sebelum disampaikan untuk pendataan lebih lanjut. "Kemudian, kita kirim semua berkas masing-masing dan lengkap dengan foto rumah, KK, KTP yang diteken Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke BNPB pada April 2026 untuk direkap," kata Jamian.
Dari 601 KK yang diusulkan, baru 579 KK yang menerima blangko undangan pengambilan bantuan. "Pada 22 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, kita dapat blangko undangan sebanyak 579 KK. Jadi, ada 22 KK lagi belum ada kupon undangan untuk Gampong Kuta Lhoksukon. Tetapi yang belum mendapat undangan kali ini, nanti akan kita rekap kembali," ujarnya.
Jamian memperkirakan kemungkinan ada kesalahan data saat berkas diteken sebelumnya. Menurutnya, Bupati Aceh Utara sudah menekankan agar warga yang telah diusulkan menerima bantuan seluruhnya.
Warga yang belum mendapat undangan pada penyaluran kali ini akan direkap ulang untuk penyaluran berikutnya. Proses rekapitulasi dilakukan bersama aparat gampong dan pendamping kecamatan.
Penyaluran Bantuan Isi Hunian Rumah diharapkan membantu warga terdampak banjir memenuhi kembali kebutuhan dasar hunian mereka. Sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan barang berharga saat banjir bandang menerjang kawasan itu akhir November 2025.