TAKENGON — Sertu Triyanto turun langsung ke ladang penjemuran di Desa Kute Riyem, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Ia membantu warga membalik dan merapikan kacang merah yang sedang dikeringkan di bawah sinar matahari. Pendampingan itu berlangsung Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut masuk dalam program pendampingan Hanpangan (pertahanan pangan) yang dijalankan Koramil 05/Linge. Selain membantu pekerjaan warga, kehadiran Babinsa di lapangan dipakai untuk memantau kondisi dan perkembangan masyarakat binaan.
Penjemuran kacang merah butuh tenaga dan waktu. Warga biasanya bekerja berkelompok agar hasil panen cepat kering dan siap dijual. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di wilayah binaan.
Sertu Triyanto menyebut pendampingan semacam ini bukan sekadar bantuan tenaga. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat perlu terus dijaga untuk memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
"Kami akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan," katanya.
Kacang merah menjadi salah satu komoditas pertanian yang ditanam warga di kawasan dataran tinggi Gayo. Kecamatan Linge berada di wilayah Aceh Tengah yang dikenal dengan hasil pertaniannya, mulai dari kopi hingga sayuran dan kacang-kacangan.
Proses pascapanen kacang merah umumnya masih mengandalkan sinar matahari. Warga menjemur hasil panen di halaman atau lahan terbuka selama beberapa hari sebelum disimpan atau dijual ke pengepul.
Program pendampingan Hanpangan menempatkan Babinsa sebagai penghubung antara satuan TNI dan kebutuhan warga di tingkat desa. Lewat program ini, Babinsa diharapkan tahu langsung persoalan yang dihadapi petani, termasuk soal distribusi dan harga hasil panen.
Kegiatan di Kute Riyem menjadi salah satu contoh bagaimana peran itu dijalankan. Babinsa tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga ikut dalam aktivitas harian warga.
Koramil 05/Linge menyatakan pendampingan serupa akan terus dilakukan di desa-desa lain di wilayah binaannya. Fokusnya tetap pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, terutama menjelang musim panen berikutnya.