ACEH — Legenda Timnas Filipina, Stephan Schrock, menilai Timnas Indonesia punya peluang besar tampil di Piala Dunia 2030. Ia berharap Garuda dan Filipina bisa sama-sama lolos demi mengangkat sepak bola Asia Tenggara.
Keyakinan itu disampaikan Schrock saat berbincang dalam podcast Bola Break. Mantan pemain yang lama berkarier di Jerman dan Asia Tenggara ini menilai perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi modal penting menuju panggung dunia.
Schrock bukan nama asing di kawasan. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di kompetisi Jerman sebelum melanjutkan perjalanan di beberapa klub Asia Tenggara, termasuk memperkuat Timnas Filipina dalam berbagai ajang internasional.
Perjalanan karier Schrock di Jerman memberinya perspektif tersendiri soal standar sepak bola elite. Pengalaman itu pula yang membuatnya cukup percaya diri menilai potensi tim-tim Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Ia menyebut sepak bola kawasan kini berkembang lebih cepat dibanding satu dekade lalu. Infrastruktur, pembinaan usia muda, dan kehadiran pemain diaspora di beberapa negara menjadi faktor yang mendorong kemajuan tersebut.
Dalam perbincangan itu, Schrock mengungkap bahwa dirinya pernah menerima tawaran dari klub Indonesia. Ia tidak menyebut secara rinci klub mana yang dimaksud maupun kapan tawaran itu datang.
Meski begitu, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa pasar sepak bola Indonesia sudah lama dilirik pemain asing dengan pengalaman di Eropa. Ketertarikan itu sejalan dengan meningkatnya daya saing kompetisi domestik.
Schrock berharap Indonesia dan Filipina bisa melangkah bersama ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, kelolosan salah satu atau kedua negara akan memberi efek besar bagi kepercayaan diri sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan.
Ia menilai pencapaian semacam itu bisa memicu negara-negara lain di kawasan untuk berinvestasi lebih serius di pembinaan pemain muda. Dampaknya tidak hanya di level tim nasional, tetapi juga kualitas kompetisi liga masing-masing negara.
Timnas Indonesia sendiri tengah membangun fondasi menuju target jangka panjang tersebut. Kehadiran sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Eropa menjadi salah satu modal yang sering disorot pengamat.
Selain itu, pembinaan usia muda dan persiapan kompetisi domestik menjadi pekerjaan rumah yang terus dibenahi. Schrock menilai kombinasi antara pemain berpengalaman dan generasi muda akan menentukan seberapa jauh Indonesia bisa melangkah.
Pernyataan legenda Filipina ini menambah deretan panjang keyakinan dari figur sepak bola regional bahwa Indonesia punya peluang nyata bersaing di level dunia. Target Piala Dunia 2030 kini menjadi tolok ukur yang terus diuji lewat pertandingan demi pertandingan.