ACEH — Ole Romeny mencatatkan empat assist saat Timnas Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 di FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Penampilan itu mengubah wajah striker 26 tahun tersebut dari pencetak gol menjadi kreator serangan Garuda.
Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bagaimana Romeny tidak hanya mengandalkan insting mencetak gol. Dalam laga Kamis (1/10) itu, pemain Fortuna Sittard tersebut justru tampil sebagai penyuplai bola mematikan bagi rekan-rekannya.
Dua assist pertama lahir dalam rentang 37 menit. Pada menit ke-11, Romeny menguasai sisi kanan pertahanan Bangladesh dan melepas umpan silang tepat ke kaki Mitchell Baker yang membuka skor untuk Merah Putih.
Momen paling dramatis terjadi pada menit ke-36 ketika Bangladesh memperkecil kedudukan lewat serangan balik. Indonesia yang baru saja kebobolan tidak butuh waktu lama untuk membalas.
Belum genap satu menit berselang, Romeny kembali mengirim umpan matang kepada Mitchell Baker. Gol itu mengembalikan momentum Garuda setelah gawang mereka sempat bobol.
Romeny melengkapi catatan assistnya saat injury time babak kedua. Umpan silangnya menghasilkan gol untuk Luke Vickery dan Mitchell Baker, menutup pesta sembilan gol Indonesia ke gawang Bangladesh.
Dengan tambahan empat assist dalam satu pertandingan, kontribusi Romeny untuk Timnas Indonesia semakin terlihat nyata. Dari 13 caps bersama Garuda, ia telah menyumbang tujuh gol dan enam assist.
Empat assist hanya dari satu laga menjadi angka yang tidak biasa bagi seorang striker. Romeny membuktikan dirinya bisa berperan ganda dalam skema serangan Timnas Indonesia.
Kombinasi tujuh gol dan enam assist dari 13 penampilan menunjukkan produktivitas yang seimbang. Ia bukan hanya penyelesai serangan, tetapi juga pembuka ruang bagi rekan setimnya.
Peran barunya ini memberi pelatih Timnas Indonesia opsi tambahan di lini depan. Romeny bisa ditempatkan sebagai target man maupun sebagai pengumpan yang menarik bek lawan keluar dari posisinya.
Jika konsistensi ini terjaga, sebutan monster gol yang melekat padanya lambat laun bergeser. Romeny kini juga dikenal canggih sebagai mesin assist Garuda.