ACEH — Amazon MGM Studios dan rumah produksi Propagate menggarap docuseries tiga episode berjudul The Boy Who Stole Billions? yang menjadikan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, sebagai subjek utama. Seri dokumenter ini dijadwalkan tayang di Prime Video pada November mendatang dan menjanjikan wawancara langsung dengan Bankman-Fried dari balik penjara. Proyek ini menyorot salah satu kasus penipuan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Kisahnya berpusat pada sosok yang sempat memimpin kerajaan kripto bernilai 32 miliar dolar AS sebelum akhirnya divonis bersalah karena menyelewengkan dana nasabah senilai 8 miliar dolar AS. Kasus ini tercatat sebagai salah satu skandal keuangan terbesar yang pernah diusut di Amerika Serikat.
Dalam deskripsi resminya, Prime Video menyebut seri ini akan menggali pertanyaan mendasar soal kasus tersebut. Apakah yang terjadi murni sebuah penipuan, atau taruhan berisiko Bankman-Fried yang perlahan lepas kendali?
Docuseries ini juga menampilkan wawancara yang belum pernah ditayangkan sebelumnya dengan sejumlah orang yang membangun FTX bersama Bankman-Fried. Sorotan lain diarahkan pada lingkaran dalamnya, termasuk hubungan rumitnya dengan CEO sekaligus mantan kekasihnya, Caroline Ellison.
FTX merupakan bursa kripto besar yang runtuh pada November 2022. Keruntuhannya dipicu oleh pengelolaan dana yang buruk, defisit miliaran dolar, dan dugaan penipuan yang jadi dasar vonis pengadilan terhadap Bankman-Fried.
Nama Bankman-Fried sebelumnya pernah muncul dalam sejumlah produksi dokumenter dan jurnalistik. Ia menjadi bagian dari film dokumenter arahan Ben MacKenzie, Everyone Is Lying to You for Money (2025), serta segmen "The Rise and Fall of Sam Bankman-Fried" di program 60 Minutes pada 2023.
Proyek ini digarap Amazon MGM Studios bersama Propagate dan West Buttermilk. Sejumlah nama tercatat sebagai produser eksekutif, di antaranya Howard T. Owens, Ben Silverman, Drew Buckley, Isabel San Vargas, Taylor Levin, Nanette Burstein, dan James Packer.
Bagi Amazon, langkah ini menandai masuknya mereka ke narasi besar seputar industri kripto, meski dari sisi kelamnya. Tayangnya seri ini pada November menambah deretan konten dokumenter kejahatan finansial yang ramai dicari penonton global.