ACEH — PP PBSI membagikan bonus miliaran rupiah kepada para peraih medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dalam acara syukuran di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Beregu putra yang menyumbang emas menerima porsi terbesar Rp 2 miliar, sementara apresiasi juga mengalir ke pelatih, dokter, psikolog, hingga petugas cuci baju.
Acara Syukuran Prestasi Bulutangkis Indonesia berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, dengan agenda utama penyerahan penghargaan atas perjuangan tim Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen bulutangkis Indonesia pulang membawa dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Pembagian bonus disusun berdasarkan kontribusi medali. Beregu putra yang menyumbang medali emas mendapat porsi terbesar, yakni Rp 2 miliar.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang juga meraih emas diganjar Rp 1 miliar. Peraih perak Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menerima Rp 500 juta, jumlah yang sama dengan bonus untuk beregu putri penyumbang perunggu.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan, yang masing-masing menyumbang perunggu, mendapat Rp 250 juta.
Bonus tidak berhenti di atlet. Pelatih, Kabid Pembinaan dan Prestasi, manajer tim, dan seluruh tim ofisial menerima apresiasi dengan nilai bervariatif antara Rp 10 juta hingga Rp 50 juta.
Penerima mencakup pelatih teknik, pelatih fisik, tim performa yang terdiri dari ahli gizi, medis, psikolog, masseur, fisioterapis, hingga video analisis dan petugas laundry. Staf serta karyawan Pelatnas PBSI yang menyiapkan lapangan, menjaga kebersihan, keamanan, dan konsumsi juga masuk daftar.
Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan bonus diberikan sebagai apresiasi atas perjuangan panjang tim. Ia memilih menyoroti sosok-sosok di balik medali ketimbang sekadar angka perolehan.
"Hari ini kita berkumpul dengan satu perasaan yang sama, bersyukur dari Nagoya anak-anak kita membawa pulang dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu untuk Indonesia. Tetapi hari ini saya tidak ingin kita bicara tentang enam medali. Saya ingin kita berbicara tentang orang-orang di balik medali itu," ungkap Fadil.
"Terima kasih kepada teman-teman yang selama ini begitu berdedikasi mengurus anak-anak kita semua. Terima kasih sudah bekerja dalam diam untuk Merah Putih," lanjutnya.
Fadil menyebut bulutangkis sebagai aset bangsa yang berkali-kali menjadi sumber kebanggaan dan kegembiraan Indonesia. Sejak awal kepengurusannya, ia memilih jalan transformasi pembinaan, pengelolaan organisasi, dan kolaborasi dengan seluruh ekosistem bulutangkis nasional.
"Hari ini saya bersyukur, kita mulai melihat tanda-tanda bahwa proses itu bergerak. Tetapi saya ingin garisbawahi, mulai terlihat bukan berarti selesai. Jangan karena hari ini kita diberikan kemenangan, kemudian kita merasa semua sudah baik," tegas Fadil.
Fadil mengingatkan tantangan berat sudah menanti, dengan target terbesar berupa medali emas Olimpiade Los Angeles 2028. Menurutnya, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama skuad bulutangkis Indonesia.
"Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani melihat kekurangannya dan memperbaikinya," kata Fadil.