5 Modus Penipuan Terbanyak di Aceh, Belanja Online Paling Dominan dengan 1.294 Laporan

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:01:01 WIB
Laporan penipuan dari Aceh didominasi modus belanja daring dengan 1.294 laporan.

BANDA ACEH — Laporan penipuan dari Aceh yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) tersebar di sejumlah modus dengan karakter berbeda. Setelah belanja daring, rekayasa sosial atau social engineering menempati posisi kedua dengan 635 laporan.

Penipuan berkedok tawaran kerja menyusul dengan 485 laporan. Modus penipuan investasi tercatat 397 laporan, sementara panggilan palsu yang mengatasnamakan pihak lain atau fake call masuk 388 laporan.

Banda Aceh Penyumbang Laporan Terbanyak

Sebaran wilayah menunjukkan Kota Banda Aceh mendominasi dengan 1.243 laporan. Kabupaten Aceh Besar berada di urutan berikutnya dengan 802 laporan, lalu Kabupaten Aceh Utara sebanyak 610 laporan.

Daddi menyampaikan data tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, jumlah laporan dari Aceh mencerminkan 1,12 persen dari total 668.441 laporan yang diterima IASC secara nasional sepanjang periode pencatatan.

Mengapa Modus Penipuan Terus Berkembang

Daddi menilai pelaku kejahatan semakin memanfaatkan teknologi dan rekayasa sosial untuk memperdaya masyarakat. Pola ini, katanya, menuntut pencegahan yang tidak cukup hanya mengandalkan penindakan.

"Perkembangan modus penipuan menunjukkan bahwa kejahatan di sektor jasa keuangan semakin memanfaatkan teknologi dan rekayasa sosial. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganannya juga harus semakin adaptif dan terkoordinasi, baik melalui penguatan internal PUJK maupun sinergi antarlembaga," ujar Daddi.

Ia menyoroti perlunya penguatan sistem pengawasan dan koordinasi antarlembaga. OJK Provinsi Aceh berkomitmen memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Langkah OJK Aceh ke Depan

OJK Provinsi Aceh juga mendorong pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) meningkatkan pencegahan, pengendalian internal, manajemen risiko, dan budaya kepatuhan. Daddi menyebut pencegahan dan penanganan penipuan harus berjalan adaptif dan terkoordinasi.

Data IASC menjadi acuan OJK Aceh memetakan modus yang paling merugikan warga. Belanja daring, rekayasa sosial, dan tawaran kerja palsu menjadi tiga modus dengan laporan terbanyak dari provinsi tersebut.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top