PMI Aceh Besar Siapkan 250 Kader Remaja PMR Hadapi Bencana, Dimulai dari 80 Pelajar

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:31:01 WIB
Ketua PMI Kabupaten Aceh Besar, Syukri A. Jalil, memimpin apel pembukaan orientasi PMR tingkat Wira dan Madya di Markas PMI Aceh Besar.

JANTHO — Orientasi PMR tingkat Wira dan Madya se-Aceh Besar dibuka langsung Ketua PMI Kabupaten Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, dalam bentuk apel yang diikuti pengurus PMI, Kepala Markas, kepala sekolah, guru pembina, staf, dan relawan. Pembukaan digelar di Markas PMI Aceh Besar.

Kegiatan ini dirancang bertahap untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kemanusiaan, termasuk menghadapi situasi darurat dan bencana.

Mengapa Aceh Besar Butuh Kader Muda Siaga Bencana

Syukri menilai Aceh Besar termasuk daerah dengan kerawanan bencana. Karena itu, kader muda dinilai perlu memiliki ketahanan mental dan kepedulian terhadap sesama, bukan sekadar memahami teori kesiapsiagaan.

"Melalui orientasi ini, kita berharap para peserta memiliki ketahanan mental, kesiapsiagaan, dan jiwa relawan. Kita tidak menginginkan bencana terjadi, tetapi kita perlu membekali diri dengan pengetahuan untuk mencegah dan menangani situasi ketika bencana terjadi," kata Syukri.

Ia menambahkan, anggota PMR berperan strategis menumbuhkan budaya kemanusiaan di lingkungan sekolah. Peran itu tidak terbatas pada pertolongan pertama, tetapi juga menjaga kesehatan, mendukung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), memelihara kebersihan lingkungan, dan mempromosikan perilaku hidup sehat.

Peran PMR di Sekolah: dari UKS hingga Promosi Hidup Sehat

Menurut Syukri, menjadi relawan menuntut keikhlasan dan semangat membantu tanpa mengharapkan imbalan. Kepedulian terhadap sesama disebutnya sebagai bentuk amal kebaikan yang harus ditanamkan sejak usia sekolah.

"Serap ilmu selama mengikuti orientasi ini. Kalian adalah generasi yang diharapkan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan," ujarnya.

Dengan begitu, kegiatan PMR diharapkan membentuk karakter pelajar yang peka terhadap persoalan sosial dan siap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

250 Peserta Dibagi Tiga Tahap, 80 Siswa di Gelombang Pertama

Ketua panitia, Zahratun Nizami, menjelaskan orientasi dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua untuk PMR tingkat Wira, sedangkan tahap ketiga untuk tingkat Madya.

Tahap pertama dimulai Jumat (9/10/2026) selama tiga hari dengan 80 siswa dari SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Aceh Besar.

"Secara keseluruhan, sasaran kegiatan organisasi ini berjumlah 250 peserta dari sekolah-sekolah di Aceh Besar, baik tingkat Wira maupun Madya," kata Zahratun.

PMI Aceh Besar berharap orientasi ini memperluas pemahaman pelajar soal prinsip dasar kepalangmerahan. Kesiapsiagaan bencana dan kepedulian kemanusiaan dinilai bisa dimulai dari lingkungan pendidikan melalui peran aktif generasi muda.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sinarpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top