JANTHO — Orientasi PMR tingkat Wira dan Madya se-Aceh Besar dibuka langsung Ketua PMI Kabupaten Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, dalam bentuk apel yang diikuti pengurus PMI, Kepala Markas, kepala sekolah, guru pembina, staf, dan relawan. Pembukaan digelar di Markas PMI Aceh Besar.
Kegiatan ini dirancang bertahap untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kemanusiaan, termasuk menghadapi situasi darurat dan bencana.
Syukri menilai Aceh Besar termasuk daerah dengan kerawanan bencana. Karena itu, kader muda dinilai perlu memiliki ketahanan mental dan kepedulian terhadap sesama, bukan sekadar memahami teori kesiapsiagaan.
"Melalui orientasi ini, kita berharap para peserta memiliki ketahanan mental, kesiapsiagaan, dan jiwa relawan. Kita tidak menginginkan bencana terjadi, tetapi kita perlu membekali diri dengan pengetahuan untuk mencegah dan menangani situasi ketika bencana terjadi," kata Syukri.
Ia menambahkan, anggota PMR berperan strategis menumbuhkan budaya kemanusiaan di lingkungan sekolah. Peran itu tidak terbatas pada pertolongan pertama, tetapi juga menjaga kesehatan, mendukung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), memelihara kebersihan lingkungan, dan mempromosikan perilaku hidup sehat.
Menurut Syukri, menjadi relawan menuntut keikhlasan dan semangat membantu tanpa mengharapkan imbalan. Kepedulian terhadap sesama disebutnya sebagai bentuk amal kebaikan yang harus ditanamkan sejak usia sekolah.
"Serap ilmu selama mengikuti orientasi ini. Kalian adalah generasi yang diharapkan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan," ujarnya.
Dengan begitu, kegiatan PMR diharapkan membentuk karakter pelajar yang peka terhadap persoalan sosial dan siap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Ketua panitia, Zahratun Nizami, menjelaskan orientasi dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua untuk PMR tingkat Wira, sedangkan tahap ketiga untuk tingkat Madya.
Tahap pertama dimulai Jumat (9/10/2026) selama tiga hari dengan 80 siswa dari SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Aceh Besar.
"Secara keseluruhan, sasaran kegiatan organisasi ini berjumlah 250 peserta dari sekolah-sekolah di Aceh Besar, baik tingkat Wira maupun Madya," kata Zahratun.
PMI Aceh Besar berharap orientasi ini memperluas pemahaman pelajar soal prinsip dasar kepalangmerahan. Kesiapsiagaan bencana dan kepedulian kemanusiaan dinilai bisa dimulai dari lingkungan pendidikan melalui peran aktif generasi muda.