Film Musikal Pulang Kampung Angkat Wisata Sumatera Utara Lewat Medley Lagu Batak

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:31:02 WIB
Sutradara Bene Dion Rajagukguk memaparkan adegan medley lagu Batak dalam film musikal Pulang Kampung pada konferensi pers di Sarinah, Jakarta Pusat.

ACEH — Film musikal Pulang Kampung garapan sutradara Bene Dion Rajagukguk mengangkat keindahan destinasi wisata Sumatera Utara lewat adegan medley lagu tradisional Batak. Proses syuting berlangsung 26 hari, dengan 21 hari dihabiskan di Sumatera Utara dan lima hari di Jakarta. Adegan medley sendiri membutuhkan waktu pengambilan gambar hingga empat hari.

Dalam konferensi pers peluncuran cuplikan film di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Bene menyebut adegan medley jadi cara memperkenalkan pariwisata dan keindahan daerah tersebut. "Kita mau tunjukkan pariwisata dan keindahan Sumatera Utara melalui adegan medley ini," ujarnya.

Lokasi Syuting Tersebar di Sumatera Utara

Produksi film menghabiskan 26 hari syuting. Sebanyak 21 hari di antaranya digelar di Sumatera Utara, sementara lima hari sisanya di Jakarta.

Produser Ernest Prakasa mengungkapkan, khusus untuk adegan medley, tim produksi butuh waktu hingga empat hari pengambilan gambar. Sejumlah destinasi yang masuk dalam adegan itu antara lain kawasan Danau Toba dan area wisata air mancur.

Pemilihan lokasi tidak sekadar mengejar latar indah. Tim produksi juga memperhatikan karakter masyarakat di tiap tempat agar suasana yang tampil terasa autentik.

Figuran Disesuaikan dengan Karakter Tiap Lokasi

Produser Dipa Andika menjelaskan, tim sengaja tidak memakai pemeran figuran yang sama di lokasi berbeda. Pendekatan ini diambil supaya setiap tempat punya karakter tersendiri dan tidak terkesan dibuat-buat.

Saat mengambil gambar di kawasan lapo, misalnya, tim melibatkan kelompok bapak-bapak yang sesuai dengan suasana tempat tersebut. Lokasi yang lebih banyak dihuni perempuan melibatkan figuran ibu-ibu berusia sekitar 30 hingga 60 tahun.

Anak-anak muda juga dilibatkan dalam adegan di sejumlah destinasi wisata. Dipa berharap penonton bisa merasakan suasana khas masyarakat Sumatera Utara lewat detail adegan yang ditampilkan.

Aransemen Medley Libatkan Empat Etnis Batak

Dari sisi musik, komposer Viky Sianipar menggarap aransemen medley dengan merangkum unsur tradisi sejumlah etnis di Sumatera Utara. Mulai dari Batak Toba, Karo, Simalungun, hingga Pakpak.

Viky menyebut unsur musik Batak Toba mendominasi sekitar 80 persen komposisi. Unsur etnis lainnya dimasukkan melalui susunan medley.

Pengerjaan musikal dengan standar internasional membutuhkan biaya produksi jauh lebih besar dibandingkan film biasa. Viky menyebut angkanya bisa mencapai tiga kali lipat.

Sembilan Lagu dalam Satu Film

Film Pulang Kampung menghadirkan total sembilan lagu yang menjadi bagian dari pengalaman musikalnya. Dalam peluncuran cuplikan, rumah produksi Imajinari memperkenalkan empat lagu lebih dulu.

  • "Jamila"
  • "Pulo Samosir"
  • "Tortorhon Ma"
  • "Tirismo Lae Bangkuang"

Pendekatan ini menjadikan Pulang Kampung bukan cuma tontonan hiburan. Adegan medley berfungsi sebagai kanal promosi wisata budaya yang memperkenalkan keberagaman musik daerah Sumatera Utara ke penonton yang lebih luas.

Bagi traveler yang tertarik menjelajahi lokasi serupa, Danau Toba dan kawasan wisata air mancur di Sumatera Utara bisa jadi titik awal. Informasi terkini soal akses dan tiket masuk destinasi tersebut dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: inforadar.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top