ACEH TAMIANG — Banjir melanda Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kota Kualasimpang. Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menyatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama genangan di sembilan wilayah tersebut.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Bahron dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Pendataan jumlah warga terdampak masih berlangsung. Hingga laporan terakhir, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
Di Kecamatan Tenggulun, banjir menggenangi lima desa: Simpang Kiri, Tenggulun, Rimba Sawang, Sumber Makmur, dan Tebing Tinggi. Desa Simpang Kiri mencatat 50 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter.
Desa Tenggulun melaporkan 30 KK mengungsi. Di Desa Sumber Makmur, 10 KK terdampak dengan air setinggi sekitar satu meter.
Kecamatan Kejuruan Muda tidak luput. Desa Alur Selebu dan Tanjung Genteng terendam, dengan 25 KK di Alur Selebu memilih mengungsi.
Kecamatan Karang Baru mencatat genangan di Desa Sukajadi setinggi 30 sentimeter. Jumlah warga terdampak di desa itu masih didata, sementara Desa Tanjung Karang belum melaporkan adanya pengungsi.
Di Kecamatan Bendahara, 55 KK di Desa Balai terdampak genangan sekitar 30 sentimeter. Desa Marlempang dilaporkan tanpa pengungsi.
Kecamatan Tamiang Hulu mencatat kondisi paling berat. Air di Desa Rongoh mencapai 1,5 meter dan memaksa 30 KK mengungsi. Desa Bandar Khalifah melaporkan 150 KK terdampak.
Kecamatan Bandar Pusaka merendam tiga desa: Babo, Batu Badulang, dan Pengidam. Belum ada laporan pengungsi dari Desa Babo. Banjir juga terjadi di Desa Gelung (Seruway), Desa Alur Manis (Rantau), dan Desa Sriwijaya (Kota Kualasimpang).
BPBD Kabupaten Aceh Tamiang menyiapkan bengkel kerja atau workshop sebagai pos penanganan. Petugas melakukan pemantauan lapangan, pendataan warga, observasi, dan penyusunan laporan berkala.
Bahron menyebut kondisi banjir masih bervariasi antarwilayah. “Kondisi terakhir sebagian wilayah air berangsur surut dan sebagian debit air bertambah,” ujarnya.
Warga di sembilan kecamatan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air susulan. Pendataan pengungsi dan korban terdampak diperbarui secara berkala oleh BPBD setempat.