American Express Rilis Framework Intent Intelligence untuk Transaksi AI Agent

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:02:31 WIB
American Express memperkenalkan Intent Intelligence Framework untuk memvalidasi niat belanja pelanggan sebelum transaksi diproses oleh agen AI.

ACEH — American Express memperkenalkan Intent Intelligence Framework, sistem yang memvalidasi niat belanja pelanggan sebelum AI agent menyelesaikan transaksi. Framework ini menjadi bagian dari ACE Developer Toolkit yang diluncurkan April lalu dan menyasar standar industri untuk perdagangan berbasis agen. Langkah ini diambil untuk mencegah transaksi tidak sah seiring tumbuhnya belanja otomatis.

American Express merancang kerangka kerja yang menangkap dan mengautentikasi niat pembelian pelanggan sebelum agen AI menuntaskan transaksi. Perusahaan menilai pendekatan ini perlu hadir lebih awal di alur transaksi, bukan setelah masalah muncul.

Hannah Bozian, VP of Agentic Partnerships and Strategy American Express, menyatakan bahwa transaksi berbasis agen melibatkan tiga pihak sekaligus: konsumen, merchant, dan agen. "These new transactions will have a consumer, a merchant, and an agent," ujarnya kepada TechCrunch. Ia menambahkan perusahaan ingin memastikan transaksi agen tetap "seamless, trusted, and secure, the way our card members expect them to be."

Mengapa Framework Ini Dibuat Sekarang

Model bahasa besar bersifat nondeterministik, sehingga agen AI berpotensi mengeksekusi perintah di luar yang diminta pengguna. American Express menyebut belum melihat lonjakan sengketa akibat perdagangan agen, tetapi memilih membangun teknologi ini lebih dulu sebelum volumenya membesar.

Sinyal dari konsumen mendukung langkah tersebut. Dalam laporan Amex Trendex terbaru, 66% konsumen Amerika Serikat yang disurvei menyatakan kemungkinan besar akan memakai agen AI untuk mencari harga terbaik suatu produk atau layanan. Sebanyak 61% menyatakan kemungkinan memakai agen AI untuk rekomendasi produk atau layanan dalam 12 bulan ke depan.

Cara Kerja Intent Intelligence Framework

Alur dimulai dari Create Intent API yang menangkap instruksi pembelian pelanggan beserta batasannya, seperti nama merchant, anggaran maksimum, dan preferensi produk. Cara pengumpulan intent bisa berbeda tergantung model AI yang dipakai, namun Bozian menyatakan framework ini dirancang cukup fleksibel untuk mendukung semua model perdagangan agen.

Pelanggan kemudian mengautentikasi identitas dan menyetujui intent yang ditangkap agen. Dari proses itu terbit Intent ID sebagai pengenal unik, disertai Proof of Intent Token yang memuat batasan utama pelanggan. Token tersebut dipakai untuk memperoleh kredensial pembayaran digital aman yang digunakan agen saat checkout, menggantikan nomor kartu kredit asli pelanggan.

Intent ID dan token yang sama dapat dipakai di berbagai tahap transaksi, termasuk untuk pencegahan fraud dan penyelesaian sengketa. Bozian menegaskan pendekatan American Express berbeda karena menarik intent lebih awal ke dalam alur transaksi. "Our approach differs from the implementations of others in that it pulls intent earlier into the transaction flow. And this is important because it helps mitigate some risk before the risk occurs," katanya.

Ia memberi contoh pelanggan meminta agen membeli sepatu Nike putih ukuran 9, tetapi agen mengajukan permintaan pembelian sepatu Adidas. Dalam kasus seperti itu, American Express dapat mencegah transaksi berjalan karena agen melakukan kesalahan.

Skenario Agen yang Bertindak Lebih Otonom

Banyak agen saat ini masih meminta persetujuan pelanggan sebelum melakukan pembelian. Bozian memperkirakan ke depan agen bisa bertindak jauh lebih mandiri pada kasus tertentu, misalnya ketika konsumen mengizinkan agen memesan ulang kebutuhan rumah tangga seperti tisu dapur atau tisu toilet. Pada kategori itu, batasan utamanya hanya harga dan ukuran, bukan merchant atau merek.

Untuk skenario tersebut, teknologi pemeriksa tambahan menjadi relevan agar transaksi tetap sesuai intent pelanggan. Catatan log tentang apa yang diotorisasi, oleh agen mana, dan kapan, juga dapat membantu menangani fraud yang dilakukan atas nama agen.

Rencana Implementasi dan Diskusi Lanjutan

American Express menyatakan sudah berdiskusi dengan mitra di ekosistem pembayaran untuk mengimplementasikan ACE, termasuk token agen yang memuat kredensial pembayaran Amex dan komponen lain dari developer kit. Perusahaan berencana terus mengembangkan ACE seiring evolusi ekosistem perdagangan agen.

Bozian dijadwalkan membahas Intent Intelligence Framework lebih detail pada 13 Oktober di Industry Stage TechCrunch Disrupt 2026. Framework ini menyusul peluncuran Agentic Commerce Experiences (ACE) Developer Toolkit pada April lalu, yang mencakup sejumlah layanan dan kini menambahkan intent framework di dalamnya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top