ACEH — Ekspor sepeda motor CBU buatan Indonesia pada September 2026 mencapai 55.098 unit, tumbuh 25,43 persen dibanding September 2025 yang sebanyak 43.926 unit. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan kenaikan bulanan 9,64 persen dari Agustus 2026. Akumulasi Januari-September 2026 sudah menembus 487.940 unit, naik 18,96 persen secara year-on-year.
Angka ekspor September 2026 itu lebih tinggi 4.844 unit dibanding Agustus 2026 yang tercatat 50.254 unit. Dibanding periode yang sama tahun lalu, selisihnya mencapai 11.172 unit.
Pertumbuhan ini memperkuat tren ekspor motor utuh sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Total pengiriman ke luar negeri sejak Januari hingga September 2026 mencapai 487.940 unit, melampaui capaian periode sama 2025 di level 410.157 unit.
Selisih year-on-year mencapai 77.783 unit atau tumbuh 18,96 persen. Kinerja ekspor motor CBU Indonesia tercatat solid baik secara bulanan maupun akumulasi tahunan.
Distribusi sepeda motor baru di pasar domestik juga mencatatkan rekor. Sepanjang September 2026, wholesales menyentuh 654.343 unit, angka tertinggi sepanjang tahun.
Akumulasi distribusi motor baru dari Januari hingga September 2026 resmi menembus 5.016.421 unit. Pencapaian ini menegaskan permintaan pasar dalam negeri tetap kuat di tengah pertumbuhan ekspor.
Kenaikan ekspor motor CBU terjadi saat pasar domestik juga bergerak positif. Kombinasi keduanya menempatkan industri sepeda motor Indonesia pada posisi yang menguntungkan memasuki kuartal terakhir 2026.
Data AISI menjadi acuan utama industri dalam memantau pergerakan produksi, distribusi, dan pengiriman ke luar negeri. Angka-angka ini sekaligus menjadi indikator daya saing motor buatan Indonesia di pasar global.