IDI RAYEUK — Bantuan kitab menyasar dayah yang kegiatan belajarnya terganggu banjir akhir 2025. Pemkab Aceh Timur menyebut kebutuhan bahan ajar para santri jadi dasar utama penyaluran.
Al-Farlaky menegaskan bantuan itu bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan dayah. Kitab yang diserahkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar sehari-hari.
Menurut Al-Farlaky, dayah berperan mendidik generasi yang berilmu, berakhlak, dan memahami nilai keislaman. Karena itu, kebutuhan lembaga pendidikan Islam terus diperhatikan, terutama yang terdampak bencana.
Ia berharap kitab yang disalurkan dipakai optimal mendukung kegiatan belajar mengajar. Penyaluran juga dimaksudkan memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan dayah.
Dayah Raudhatul Huda berlokasi di Matang Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim. Lembaga ini menerima bantuan pada acara peringatan Maulid Nabi di kecamatan tersebut.
Dewan guru Dayah Raudhatul Huda menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian Bupati. Mereka menilai kitab itu membantu menunjang proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan santri.
Dewan guru berharap dukungan Pemkab Aceh Timur terhadap pendidikan dayah berlanjut. Harapan itu terutama ditujukan bagi lembaga yang terdampak banjir dan masih menjalani pemulihan kegiatan belajar mengajar.
Bantuan kitab diharapkan menambah semangat guru dan santri melanjutkan pendidikan. Penyaluran juga dinilai menjaga tradisi keilmuan Islam di Kabupaten Aceh Timur.
Pemkab belum merinci jumlah kitab per dayah maupun total nilai bantuan yang disalurkan. Penyaluran simbolis di Simpang Ulim menjadi penanda dimulainya distribusi ke 39 dayah penerima.