Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Water Park Blang Aceh Utara, Polisi Soroti Standar Keselamatan Kolam

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 12:30:31 WIB
Bocah berusia 8 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di kolam dewasa Water Park Blang, Aceh Utara.

ACEH UTARA — Peristiwa nahas bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat Nafiza datang bersama ibunya untuk berenang di Water Park Blang, Dusun Kuya Raoh, Gampong Lhok Seutuy. Awalnya korban berada di kolam khusus anak-anak dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter, dalam pengawasan langsung ibunya.

Namun korban kemudian berpindah ke kolam untuk orang dewasa yang kedalamannya sekitar satu meter. Perpindahan itu tidak diketahui oleh ibunya.

Pertolongan Warga Datang Setelah Korban Ditemukan Tenggelam

Sejumlah anak yang sedang berenang di kolam yang sama mengetahui korban tenggelam dan berteriak meminta pertolongan. Ibu korban yang mendengar teriakan itu segera berupaya menyelamatkan anaknya.

Korban lantas dilarikan ke Puskesmas Baktiya bersama ibunya dan seorang pengawas kolam renang. Petugas medis memeriksa korban dan menyatakan Nafiza telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Lhok Seutuy.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Baktiya Iptu Fery Suyatna menyampaikan bahwa keterangan awal dihimpun dari lokasi kejadian. "Korban datang bersama ibunya sekitar pukul 15.00 WIB untuk berenang," ujar Fery, mengutip keterangan resmi kepolisian.

Polisi Temukan Sejumlah Kekurangan Aspek Keselamatan

Personel Polsek Baktiya mendatangi tempat kejadian perkara, mendata identitas korban dan saksi-saksi, melakukan dokumentasi, serta melaporkan peristiwa itu kepada pimpinan. Dari fakta di lapangan, polisi mencatat sejumlah aspek keselamatan yang perlu mendapat perhatian.

Aspek tersebut meliputi pengawasan terhadap pengunjung, ketersediaan tanda kedalaman kolam, peralatan keselamatan, serta kelengkapan administrasi perizinan operasional tempat wisata. Temuan awal itu menjadi perhatian terkait penerapan standar keselamatan di lokasi wisata air, khususnya fasilitas yang dikunjungi anak-anak.

Meski demikian, penyebab dan tanggung jawab atas kejadian tersebut perlu didasarkan pada pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Pihak keluarga korban dilaporkan telah menerima dan mengikhlaskan kepergian Nafiza.

Pengawasan Anak di Kolam Dewasa Jadi Titik Rawan

Kasus ini menempatkan pengawasan orang tua dan kesiapan pengelola wisata air sebagai dua sisi yang sama pentingnya. Kolam anak dan kolam dewasa yang berdampingan di satu area membuat perpindahan pengunjung kecil sulit terpantau tanpa petugas khusus.

Ketersediaan petugas penyelamat dan fasilitas keselamatan yang memadai disebut menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan di tempat wisata air. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola Water Park Blang terkait temuan kepolisian.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: habanusantara.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top