TAKENGON — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Erwin Pratama menyebut pembangunan sentra UMKM di kawasan Teluk Mendale hampir selesai. Sentra itu disiapkan sebagai ruang usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif begitu kawasan wisata beroperasi penuh.
Pekerjaan revitalisasi mencakup perbaikan jalan dan kawasan secara permanen, penataan ruang wisata, penambahan wahana, serta pembangunan sentra UMKM. Sisa pekerjaan yang masih berjalan antara lain pemasangan paving block atau pengaspalan dan penyelesaian bangunan sentra UMKM.
Erwin meninjau progres revitalisasi bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra. Dari peninjauan itu, bagian bangunan sentra UMKM yang belum tuntas tinggal pekerjaan akhir.
"Untuk lokasi UMKM ini tinggal plesteran dan atap," kata Erwin saat meninjau progres revitalisasi Teluk Mendale bersama Satgas PRR Pascabencana Sumatra.
Revitalisasi dikerjakan lewat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum menangani pembangunan infrastruktur fisik, sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM agar bisa kembali berjualan.
Pemulihan akses jalan menuju Aceh Tengah menjadi syarat lain yang menentukan kunjungan wisatawan. Sejumlah jalur dari arah Bireuen, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara belum sepenuhnya pulih, sehingga masih menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang hendak berkunjung ke Takengon.
"Keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah sebenarnya besar. Namun, mereka masih sangat waswas terhadap kondisi jalan menuju Aceh Tengah," ujarnya.
Meski begitu, geliat pariwisata mulai terlihat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Jumadil Enka menyebut tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran sudah meningkat.
Pemerintah daerah menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan naik dari dua hari menjadi sedikitnya empat hari. Dengan masa tinggal lebih panjang, belanja wisatawan di sektor penginapan, kuliner, rekreasi, transportasi, dan produk UMKM diharapkan ikut naik.
Dampaknya diarahkan sampai ke pendapatan daerah. Pemkab Aceh Tengah menargetkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor hotel, restoran, dan hiburan melonjak dari sekitar Rp3–4 miliar pada 2025 menjadi Rp15–20 miliar.
"Kalau kita bicara target PAD, hari ini kami akan meningkatkan pajak hotel, restoran, dan rekreasi. Saat ini mungkin baru Rp3–4 miliar. Ke depan kami berharap menjadi Rp15–20 miliar dari sektor hotel, restoran, dan hiburan," kata Jumadil.
Dengan sisa pekerjaan yang tinggal plesteran, atap, dan pengerasan permukaan, kawasan Teluk Mendale dijadwalkan menerima wisatawan secara penuh pada November 2026.