PIDIE JAYA — Produksi komponen RISHA di kawasan pembangunan memangkas waktu pengiriman material sekaligus mempercepat perakitan. Konstruksi hunian dirancang tahan gempa, mengingat Pidie Jaya termasuk wilayah rawan guncangan.
Project Manager Huntap Desa Pohroh PT Polada Mutiara Aceh, Muhammad Nurhadi, menyebut tenaga kerja dibagi ke dalam tiga tim yang bekerja bergantian.
"Ibaratnya ada tiga tim. Tim pembesian, pengecoran, dan instalasi. Tim sudah ada tiga bekerja di sini," kata Nurhadi saat meninjau pembangunan huntap di Meureudu, Pidie Jaya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pelaksana menerapkan tiga giliran kerja untuk mengejar penyelesaian pada akhir Desember 2026. Jadwal kerja tetap menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan agar mutu bangunan tidak dikorbankan.
Huntap komunal berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya seluas tiga hektare. Hunian diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur akibat bencana di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Mahyaruddin, mengatakan lokasi Desa Pohroh dipilih berdasarkan rekomendasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Hasil kajian menyatakan kawasan itu aman dari bencana dan tidak memiliki patahan gempa.
Rekomendasi tersebut menjadi dasar pelaksana melanjutkan pembangunan tanpa memindahkan titik lokasi. Warga calon penghuni berasal dari dua kecamatan yang terdampak paling parah.
Secara keseluruhan, kebutuhan huntap komunal di Pidie Jaya mencapai 739 unit. Pemerintah daerah juga mendata kebutuhan sekitar 2.000 huntap mandiri yang pembangunannya memerlukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Wakil Kepala Perencanaan, Pengendalian, Analisis, dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Imran, menegaskan produksi komponen di lokasi mendukung pencapaian target tahun ini.
"Tadi kita sudah koordinasi dengan pelaksana bahwa 110 unit rumah yang ditargetkan di sini bisa selesai tahun 2026. Ini memungkinkan karena di sini juga ada tempat pencetakan instalasinya," ujar Imran.
Dengan skema cetak komponen di lokasi, sisa pekerjaan hingga Desember 2026 terfokus pada perakitan dan penyelesaian akhir tiap unit. Pemerintah daerah masih menunggu arahan pusat untuk merealisasikan ribuan huntap mandiri bagi warga terdampak lainnya.