ACEH TENGGARA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik dangkal melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara pada Minggu (25/10/2026) pagi. Pusat gempa berada di darat, bukan di laut, sehingga getaran terasa lebih dekat ke permukaan.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di titik koordinat 3,13 Lintang Utara dan 98,05 Bujur Timur. Jarak pusat gempa sekitar 48 kilometer arah tenggara dari pusat Kabupaten Aceh Tenggara.
Kedalaman hiposenter gempa tercatat hanya 3 kilometer. Angka itu membuat gempa masuk kategori dangkal, sehingga getaran bisa merambat lebih cepat ke permukaan meski magnitudonya kecil.
"Gempa bumi dengan kedalaman hiposenter 3 Km menggetarkan Aceh Tenggara," kata BMKG di laman resminya, Minggu (25/10/2026).
Magnitudo gempa tercatat 2,6. Skala itu tergolong lemah dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi tetap dirasakan warga yang berada dekat pusat gempa.
BMKG menegaskan episenter gempa berada di darat. Posisi itu berbeda dari banyak gempa Aceh yang biasanya bersumber dari zona subduksi di Samudra Hindia.
"Pusat episenter gempa dengan magnitudo (M)2,6 berada di 48 Km Tenggara Aceh Tenggara," kata BMKG.
Letak pusat gempa di darat membuat potensi tsunami tidak muncul. BMKG tidak mengeluarkan peringatan tsunami untuk peristiwa ini.
BMKG mengimbau masyarakat di sekitar Aceh Tenggara tetap tenang namun waspada. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih mungkin terjadi setelah guncangan utama.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin saja terjadi," kata BMKG.
Warga yang merasakan getaran disarankan memeriksa kondisi bangunan, terutama retakan pada dinding atau plafon. Laporan kerusakan bisa disampaikan ke BPBD setempat untuk pendataan.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.