BLANGKEJEREN — Kondisi pengungsian korban banjir dan longsor di kawasan Tanah Gayo masih belum sepenuhnya berakhir. Hingga pertengahan Januari 2026, ribuan warga dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Tenggara yang sebelumnya turut terdampak kini dilaporkan telah menuntaskan fase pengungsian, dengan seluruh warganya sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Data terbaru Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, jumlah pengungsi di seluruh wilayah Aceh masih mencapai 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa. Para penyintas tersebut tersebar di 988 titik pengungsian, menandai lebih dari 54 hari kehidupan darurat pascabencana.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Distribusi logistik, pengoperasian dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus kami perkuat agar kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi,” ujarnya.
Sebaran Pengungsi di Wilayah Terdampak
Aceh Utara: 33.261 jiwa (9.242 KK) di 210 titik
Gayo Lues: 18.944 jiwa (5.571 KK) di 7 titik
Pidie Jaya: 14.794 jiwa (4.037 KK) di 38 titik
Aceh Tamiang: 6.052 jiwa (707 KK) di 513 titik
Aceh Tengah: 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik
Bireuen: 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik
Pemerintah daerah saat ini terus mendorong percepatan penanganan pascabencana, mulai dari pemenuhan logistik, layanan kesehatan bagi pengungsi, hingga persiapan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya di wilayah yang mengalami dampak paling berat.