ACEH TAMIANG — Sebanyak 37 dari 40 lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Hunian Tetap (huntap) di Aceh Tamiang telah dinyatakan siap dibangun. Program ini menjadi titik terang bagi ribuan keluarga yang rumahnya hancur diterjang banjir dan tanah longsor pada penghujung tahun lalu.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA, menyatakan bahwa pembangunan huntap terus menunjukkan progres nyata. “Program ini menjadi harapan besar bagi warga yang kehilangan rumah,” ujarnya.
Dari Jalan Rusak hingga Sekolah Kembali Berfungsi
Selain huntap, pemulihan infrastruktur vital juga mulai terlihat. Jalan-jalan yang sebelumnya putus atau rusak berat kini kembali menghubungkan desa-desa terpencil dengan pusat ekonomi di kota kecamatan.
Safrizal menambahkan, sekolah-sekolah yang sempat terdampak bencana kini telah kembali menjadi tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pemulihan aktivitas sosial warga.
Optimisme di Tengah Proses Panjang
Meski baru sebagian lokasi yang siap dibangun, warga mulai menatap masa depan dengan lebih optimistis. Kehadiran huntap diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga titik awal bagi mereka untuk memulai kembali kehidupan dan mata pencaharian.
Satgas PRR terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat proses di tiga lokasi tersisa yang masih dalam tahap persiapan. Targetnya, seluruh pembangunan huntap dapat rampung sesuai jadwal agar warga bisa segera menempati rumah permanen sebelum musim penghujan berikutnya tiba.