Pencarian

KKP Tebar 4,3 Juta Benur Udang Vaname di Aceh Timur, Pulihkan 120 Hektare Tambak Pascabanjir

Rabu, 16 September 2026 • 23:03:32 WIB
KKP Tebar 4,3 Juta Benur Udang Vaname di Aceh Timur, Pulihkan 120 Hektare Tambak Pascabanjir
Petugas menebar benur udang vaname di tambak Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menebar 4,3 juta benur udang vaname untuk memulihkan budi daya tambak di Aceh Timur yang terdampak banjir hidrometeorologi akhir November 2025. Penebaran perdana berlangsung di areal tambak Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee. Bantuan ini menyasar lahan seluas 120 hektare yang tersebar di lima gampong.

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan bantuan benur menjadi langkah awal pemerintah menghidupkan kembali aktivitas budi daya masyarakat setelah banjir merusak sejumlah tambak. Penebaran awal mencakup lima gampong di Kecamatan Peureulak, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih, dan Paya Lipah.

"Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan KKP RI mulai ditebar untuk membantu memulihkan usaha pembudi daya tambak di Aceh Timur yang terdampak banjir akhir November 2025," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Dari 313 Hektare Tambak Terdampak, Baru 120 Hektare Digarap

Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare tambak yang tersebar di kawasan pesisir. Khusus di Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare tambak dan sekitar 313 hektare di antaranya terdampak banjir.

Pemerintah daerah masih mendata sektor perikanan yang terdampak bencana, mulai kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Pendataan itu untuk memastikan warga terdampak mendapat perhatian dan dukungan agar bisa kembali menjalankan usahanya.

Tanggul Jebol hingga Saluran Pendangkalan Jadi Kendala Pemulihan

Pemulihan tambak tidak cukup hanya dengan memberikan benih. Sejumlah infrastruktur tambak turut rusak akibat banjir, sehingga sirkulasi air terganggu.

"Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air," katanya.

Karena itu, Iskandar mengapresiasi dukungan KKP RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang membantu pemulihan ekonomi pembudi daya terdampak banjir.

Pemkab Aceh Timur Kawal Usulan Rehabilitasi ke Pusat

Bupati berharap benur yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga tambak masyarakat kembali produktif dan membantu memulihkan pendapatan keluarga pembudi daya.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut," katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menegaskan terus mengawal berbagai usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk untuk sektor perikanan.

"Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di segala lini. Tentunya, kami berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan Aceh Timur dan terus mendorong berbagai bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks