BLANGPIDIE — Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah kawasan di barat-selatan Aceh setelah hujan deras turun sejak Rabu sore. Longsoran batu besar menimpa satu unit mobil double cabin di Air Dingin, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan. Mobil tersebut terlihat ringsek di bahu jalan saat tim media dari PWI Aceh melintas di lokasi.
Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Selatan, Misbah/JZ01BUG, melaporkan insiden tersebut secara langsung. "Mobil terkena longsoran batu, penumpangnya luka-luka," lapor Misbah.
Banjir Bercampur Lumpur Sapu Permukiman Warga
Selain longsor di Samadua, banjir bercampur lumpur dari pegunungan menyapu permukiman dan menggenangi badan jalan di Labuhan Haji, Aceh Selatan, serta Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai selutut orang dewasa, bahkan nyaris satu meter di beberapa lokasi.
Banyak kendaraan dari kedua arah memilih tidak menerobos banjir. Sejumlah sepeda motor tetap nekat mengarungi genangan dan akhirnya mogok di tengah jalan. Petugas keamanan bersama warga membantu mengarahkan kendaraan agar tetap berada di jalur yang sudah berubah seperti alur sungai.
Tiang Listrik Tumbang, Layanan PLN Terganggu
Di Alue Kliet, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, satu tiang listrik tumbang akibat cuaca buruk. Insiden ini mengganggu layanan listrik PLN di beberapa kawasan. Petugas dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani dampak bencana di tengah guyuran hujan.
Pantauan tim media dari PWI Aceh yang melintas di Jalan Nasional dari Tapaktuan menuju Blangpidie pada pukul 19.00 WIB menunjukkan pembersihan bongkahan batu besar dari badan jalan masih berlangsung. Material longsor menutup sebagian jalur utama penghubung dua kabupaten tersebut.
Arus Lalu Lintas Berangsur Normal
Hingga menjelang tengah malam, hujan mulai mereda. Arus lalu lintas di lintas selatan Aceh berangsur normal setelah petugas gabungan menuntaskan pembersihan material di titik-titik terdampak.
BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi rawan longsor dan banjir susulan. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah barat-selatan Aceh.