BANDA ACEH — Sebanyak 88 kelas dipertandingkan dalam kejuaraan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bersama FORKI Kota Banda Aceh. Kompetisi menjangkau kategori usia dini hingga senior, dengan tema "Membangun Atlet Berkarakter, Tangguh, dan Berprestasi di Panggung Nasional."
Ketua FORKI Aceh Sulaiman menegaskan bahwa perebutan medali bukan satu-satunya tujuan kejuaraan. Menurutnya, pertandingan menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi untuk memetakan perkembangan atlet serta mengidentifikasi karateka yang layak dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
"Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan atlet-atlet potensial yang kemudian dapat terus kita bina dan kita persiapkan untuk menghadapi event yang lebih besar," ujar Sulaiman.
Wadokai Aceh Puncaki Perolehan Medali dengan 49 Koleksi
Berdasarkan hasil akhir perolehan medali yang tercatat dalam sistem administrasi pertandingan, Wadokai Aceh mengumpulkan 16 medali emas, 14 perak, dan 19 perunggu. Total 49 medali itu menempatkan Wadokai Aceh sebagai Juara Umum I.
Inkanas Aceh menyusul di posisi Juara Umum II dengan koleksi 14 emas, 9 perak, dan 17 perunggu atau total 40 medali. KKI Aceh menempati Juara Umum III dengan perolehan 12 emas, 14 perak, dan 9 perunggu atau total 35 medali.
Pembinaan Pasca-Kejuaraan Jadi Fokus FORKI Aceh
Sulaiman menekankan bahwa proses pembinaan tidak boleh berhenti setelah kejuaraan selesai. Atlet yang menunjukkan kemampuan dan potensi perlu mendapatkan pendampingan konsisten agar siap menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi.
"Setelah kejuaraan ini, pembinaan harus terus berjalan. Atlet-atlet yang memiliki potensi harus kita jaga, kita bina dan kita kembangkan agar nantinya mampu membawa nama baik Aceh di tingkat nasional," katanya.
FORKI Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kejuaraan, termasuk atlet, pelatih, official, perguruan, wasit dan juri, panitia, serta Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh.
Perbanyak Kompetisi untuk Uji Mental Atlet
Menurut Sulaiman, semakin banyak kompetisi yang digelar akan memberikan kesempatan kepada atlet untuk menambah pengalaman bertanding. Ajang rutin dinilainya penting untuk menguji kemampuan sekaligus mental karateka di bawah tekanan pertandingan.
Kejuaraan Piala Pemerintah Aceh 2026 menjadi salah satu rangkaian kompetisi karate yang digelar di provinsi tersebut sepanjang tahun. Sebelumnya, Kejurda Karate Piala Bupati Pidie 2026 tercatat diikuti 1.515 karateka, dengan FORKI Aceh membidik munculnya atlet berprestasi nasional dari ajang-ajang tersebut.