TAKENGON — Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menilai pengawasan kelembagaan Baitul Mal belum berjalan optimal. Ia meminta seluruh unsur Dewan Pengawas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, bukan sekadar menerima posisi.
Pertemuan di Masjid Agung Ruhama Takengon itu dihadiri Komisioner Baitul Mal, seluruh Dewan Pengawas, Ketua MPU Aceh Tengah, Rektor IAIN Takengon, Plt. Sekda, sejumlah kepala SKPK, tokoh masyarakat, organisasi profesi IBI, IDI, dan PPNI, serta Ketua Forum Reje.
Dewan Pengawas Diminta Beri Masukan, Bukan Jadi Penonton
Haili menekankan posisi Dewan Pengawas bukan pelengkap struktur kelembagaan. Menurutnya, fungsi kontrol dan pemberian masukan harus dijalankan agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tepat sasaran.
"Setiap organisasi sudah diberikan tanggung jawab dan tugas. Dewan Pengawas bukan sebagai penonton, tetapi harus menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan masukan," tegas Haili Yoga.
Ia juga mengarahkan penetapan Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal dilakukan melalui musyawarah. Ketua yang terpilih diharapkan mampu menggerakkan fungsi pengawasan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur Baitul Mal.
"Yang kita cari bukan sekadar siapa yang menjadi ketua, tetapi bagaimana Dewan Pengawas benar-benar bekerja dan memberikan manfaat bagi penguatan Baitul Mal," kata Bupati.
Baitul Mal Diminta Jemput Bola ke Pelaku Usaha
Haili menilai potensi zakat, infak, dan sedekah di Aceh Tengah belum tergarap maksimal. Ia meminta Baitul Mal lebih proaktif mendatangi masyarakat dan pelaku usaha, bukan menunggu setoran datang.
Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan perhatian sehingga program Baitul Mal harus disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
"Baitul Mal harus hadir menjemput bola dan terus berinovasi. Kita masih menemukan anak-anak yang tidak bersekolah dan rumah masyarakat yang tidak layak huni. Ini harus kita data dan kita carikan solusi," ujarnya.
Kolaborasi dengan SKPK dan Program Gizi Anak
Bupati menyoroti pentingnya kolaborasi Baitul Mal dengan SKPK dalam menjalankan program sosial. Sejumlah program telah berjalan, termasuk bantuan hewan kurban untuk mendukung pemenuhan gizi ibu hamil dan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Kolaborasi itu dinilai turut memperkuat program daerah. Kecamatan Silih Nara meraih peringkat pertama dan Kecamatan Atu Lintang peringkat ketiga dalam program GENTING tingkat Aceh.
Haili berharap Baitul Mal Aceh Tengah semakin aktif hadir di tengah masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola diharapkan memberi manfaat lebih luas dan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.