Pencarian

PEMA Teken Kerja Sama Investasi Rp 300 Miliar dengan Dua Perusahaan Malaysia di Banda Aceh

Rabu, 07 Oktober 2026 • 05:01:02 WIB
PEMA Teken Kerja Sama Investasi Rp 300 Miliar dengan Dua Perusahaan Malaysia di Banda Aceh
Pemerintah Aceh melalui PEMA menandatangani kerja sama investasi dengan dua perusahaan Malaysia dan tiga perusahaan dalam negeri di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui PT Pembangunan Aceh (PEMA) menyepakati kerja sama investasi dengan Kedah Agro Ausin Berhad dan Tigallapan Investama dari Malaysia. Kesepakatan itu juga melibatkan tiga perusahaan dalam negeri, yakni PT Citaglobal, PT Banda Sentra Nasional (BSNS), dan PT Indo Surya Galvalume (ISG).

Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menyebut estimasi komitmen investasi dari seluruh perjanjian tersebut mencapai Rp 300 miliar lebih. Nilai itu mencakup kerja sama dengan mitra Malaysia maupun perusahaan domestik.

Dua Perusahaan Malaysia dan Bidang yang Digarap

Kedah Agro Ausin Berhad menjalin kerja sama di sektor agroindustri, perdagangan, agrowisata, logistik, teknologi, peternakan, dan sumber daya manusia. Sementara Tigallapan Investama masuk melalui joint study potensi pengembangan energi terbarukan.

Dari sisi mitra dalam negeri, PT Citaglobal terlibat dalam joint study potensi pengembangan energi dan bahan bakar berkelanjutan. PT Banda Sentra Nasional (BSNS) menggarap pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh.

Penandatanganan juga mencakup MoU sekaligus soft launching pabrik baja ringan, tenant hebel, dan bata precast bersama PT Indo Surya Galvalume (ISG).

Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah Komoditas Aceh

Direktur PT PEMA, Faisal Ilyas, menilai Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi itu belum sepenuhnya memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Faisal menyoroti sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga minyak dan gas yang masih menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan, pengembangan industri, dan hilirisasi.

"Artinya, Aceh harus mulai membangun industri pengolahan sehingga komoditas lokal tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Faisal.

Dorong Industrialisasi Baru di Aceh

Rangkaian kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendorong Aceh memasuki era industrialisasi baru. Pemerintah Aceh menyasar optimalisasi sumber daya daerah dan penarikan investasi yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Faisal menilai salah satu persoalan mendasar ekonomi Aceh adalah masih banyak komoditas yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Karena itu, hilirisasi menjadi langkah penting yang perlu diperkuat.

“Estimasi komitmen investasi dari perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman tersebut sekitar Rp300 miliar lebih,” kata Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, Selasa (06/10/2026).

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks