BANDA ACEH — Pendaftaran bakal calon Ketua dan Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh dibuka Senin (5/10/2026). Dua pasangan langsung menyerahkan berkas di Sekretariat PWI Aceh pada hari pertama. Pasangan pertama, Muhammad Saman bersama Tarmilin Usman, datang pukul 15.00 WIB. Dua jam berselang, M. Nasir Nurdin bersama Muhammad Zairin menyusul mendaftar.
Sekretaris Steering Committee Konferensi PWI Aceh, Iranda Novandi, menyatakan pendaftaran hari pertama berjalan sesuai tahapan. Ia memastikan peluang kandidat lain masih terbuka selama masa pendaftaran belum ditutup.
"Alhamdulillah hari ini hari pertama, 5 Oktober 2026 sudah dua orang yang mendaftar. Yang pertama pasangan dari Muhammad Saman dan Tarmilin Usman. Tadi jam 15.00 mendaftar ke mari dan hari ini juga di hari pertama pada jam 17.00 ini pasangan dari Nasir Nurdin dan Muhammad Zairin," kata Iranda.
Kandidat Wajib Daftar dan Verifikasi Sebelum Ditetapkan
Konferensi PWI Aceh kali ini memakai mekanisme pencalonan yang berbeda dari periode sebelumnya. Bakal calon tidak lagi ditentukan saat forum konferensi berlangsung, melainkan harus mendaftar dan memenuhi syarat administratif sejak awal.
"Para kandidat itu harus mendaftar terlebih dahulu. Baru diverifikasi dan ditetapkan sebagai calon. Kalau pada masa-masa sebelumnya, para calon itu ditentukan pada hari H konferensi," ujar Iranda.
Seluruh dokumen bakal calon akan diverifikasi panitia, lalu dikirim ke PWI Pusat untuk mendapat persetujuan. Kandidat yang lolos baru berhak masuk surat suara.
Syarat Dukungan Minimal 32 Surat dari Anggota Biasa
Setiap bakal calon wajib mengantongi sedikitnya 10 persen dukungan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berdasarkan daftar sementara yang ditetapkan panitia, angka minimal itu setara 32 surat dukungan dari anggota biasa PWI.
"Setiap calon untuk maju sebagai bakal calon saja dia harus dapat mengumpulkan 10 persen surat dukungan dari DPT. Jadi 10 persen dari PWI yang sementara, DPS kita tetapkan angka 32. Jadi 32 surat dukungan dari anggota PWI anggota biasa," jelasnya.
Perubahan juga menyentuh cara pemungutan suara. Jika sebelumnya pemilih menuliskan nama kandidat di surat suara, kali ini pemilih mencoblos tanda gambar calon yang telah ditetapkan.
"Kalau pada proses sebelumnya kita menulis nama calon siapa yang kita pilih. Untuk kali ini kita mencoblos tanda gambar dari calon yang sudah ditetapkan tersebut. Itu dua mekanisme yang mendasar yang sangat berbeda," katanya.
Nasir Nurdin Maju Lagi, Prioritaskan Koperasi dan Administrasi Digital
Petahana Ketua PWI Aceh M. Nasir Nurdin kembali mencalonkan diri untuk periode 2026-2031. Ia menyebut keputusan itu sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi sekaligus respons atas dorongan sejumlah anggota.
"Sebagai penanggung jawab konferensi, kami sangat bertanggung jawab untuk suksesnya konferensi ini. Soal kami maju sebagai kandidat, itu ada hal lain dari warna demokrasi ini. Saya siap untuk melaksanakan amanah kawan-kawan yang mendorong kami untuk bisa berkompetisi di konferensi kali ini. Insyaallah secara sehat," kata Nasir.
Jika kembali dipercaya memimpin, Nasir mengaku akan menuntaskan program yang belum selesai pada periode pertama. Prioritasnya antara lain penguatan koperasi, penerapan administrasi berbasis digital, dan peningkatan kapasitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
"Kita target adalah menyelesaikan apa yang belum selesai pada periode pertama. Ada banyak hal. Setidaknya ada hal-hal yang menjadi isu kampanye kita ketika naik pada 2021. Koperasi misalnya, kemudian administrasi berbasis digital, itu belum," ujarnya.
Nasir menekankan pentingnya kemandirian ekonomi organisasi. Menurut dia, PWI Aceh perlu punya basis ekonomi kuat agar tidak terus bergantung pada dukungan pihak eksternal.
"Ya kita tidak ingin PWI ini selalu bergantung ke luar. Paling tidak di bidang ekonomi kita harus perkuat. Ekonomi kita harus perkuatlah. Koperasi misalnya," katanya.
Jadwal Pendaftaran hingga Konferensi
Pendaftaran bakal calon Ketua dan DKP PWI Aceh berlangsung hingga 17 Oktober 2026. Verifikasi dokumen dijadwalkan 18-24 Oktober, masa perbaikan dokumen 25-31 Oktober, dan pengiriman berkas ke PWI Pusat pada 1 November 2026.
Konferensi PWI Aceh untuk memilih Ketua dan DKP periode 2026-2031 menjadi penentu arah organisasi lima tahun ke depan. Dengan mekanisme baru, kandidat yang masuk surat suara dipastikan telah melewati seleksi administratif dan verifikasi dukungan anggota.