BANDA ACEH — Kelima wartawan yang dinyatakan kompeten adalah Abdul Hadi dari Banda Aceh, Abdul Rahman dan Jurnalisa dari Aceh Tengah, serta Syawaluddin dan Hendra Vramenia dari Aceh Tamiang. Mereka telah mengantongi Kartu Utama PWI sebelum mengikuti program tersebut.
Rekomendasi SPS Aceh menjadi pintu masuk kelima wartawan itu ke program ToT calon penguji yang digelar LUKW Pikiran Rakyat. Permintaan peserta datang langsung dari lembaga uji kompetensi yang berbasis di Bandung tersebut.
Perjalanan Menuju Status Kompeten
Program ToT berlangsung dua hari, 7-8 Oktober 2026, di Bandung. Kelima peserta dari Aceh mengikuti seluruh rangkaian materi dan penilaian yang disiapkan LUKW Pikiran Rakyat.
Setelah dinyatakan kompeten, ucapan selamat mengalir di grup WhatsApp internal PWI Aceh sejak Kamis pagi, 8 Oktober 2026. Rekan-rekan seprofesi menyambut hasil tersebut sebagai capaian bersama organisasi.
Apa Itu Penguji Kompetensi Wartawan?
Penguji kompetensi wartawan bertugas menilai kelayakan profesionalisme jurnalis melalui uji yang diselenggarakan lembaga uji kompetensi. Kehadiran penguji dari Aceh menambah kapasitas daerah dalam menjalankan sertifikasi profesi wartawan secara mandiri.
LUKW Pikiran Rakyat merupakan salah satu lembaga uji kompetensi wartawan yang aktif menyelenggarakan program peningkatan kapasitas penguji di tingkat nasional. Program ToT menjadi jalur penyiapan calon penguji sebelum mereka bertugas penuh.
Magang Jadi Tahapan Berikutnya
Kelima peserta tidak langsung bertugas sebagai penguji. Mereka lebih dulu menjalani program pemagangan sebagai bagian lanjutan dari proses sertifikasi calon penguji.
Tahapan pemagangan itu menjadi penentu sebelum peran sebagai penguji kompetensi wartawan dijalankan sepenuhnya. Belum ada keterangan resmi mengenai durasi dan lokasi pemagangan tersebut.